Menkominfo: Jangan Bagikan Kode OTP untuk Cegah Peretasan

Menkominfo menerima laporan dari salah satu e-commerce tentang dugaan sebagian data pengguna yang diretas. Karena itu, Kominfo bersama BSSN dan e-comm

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Darajat Arianto
KOMPAS.com/ GITO YUDHA PRATOMO
Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju, Johnny G. Plate. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

BANDUNG, TRIBUN - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan platform digital akan meningkatkan pengamanan data pribadi.

“Pemerintah terus memastikan agar digital economy khususnya e-commerce dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa gangguan oleh peretas data atau data breach. Setiap usaha peretasan data akan ditindaklanjuti agar tidak mengganggu jalannya e-commerce,” kata Menteri Kominfo Johnny G Plate, dalam siaran pers Kominfo yang dikutip Tribun, Sabtu (9/5).

Menkominfo menerima laporan dari salah satu e-commerce tentang dugaan sebagian data pengguna yang diretas. Karena itu, Kominfo bersama BSSN dan e-commerce akan melakukan evaluasi dan mitigasi teknis, serta melakukan update tentang perkembangannya.

Menkominfo mengingatkan masyarakat pemilik akun di platform digital untuk mengubah password secara berkala dan menggunakan fitur one time password (OTP) agar keamanan akun pribadi dapat terjaga dengan baik.

Upaya membantu pengamanan data juga dilakukan Telkomsel. Operator ini memahami banyak perusahaan yang menyesuaikan kegiatan operasional di tengah wabah Covid-19, termasuk menerapkan budaya kerja yang lebih fleksibel seperti melalui konsep work from home (WFH).

Guna memberikan kenyamanan dan kepastian sistem keamanan kerja secara online, sebagai digital telco company Telkomsel menghadirkan solusi mobile security.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel, Dharma Simorangkir, mengatakan, Telkomsel telah mendedikasikan potensi perusahaan untuk membantu masyarakat Indonesia melewati tantangan melalui gerakan #DiRumahTerusMaju dengan menghadirkan berbagai solusi berbasis customer-centricity yang mampu menjawab semua kebutuhan pelanggan.

Mobile security menjadi salah satu perwujudan komitmen kami sebagai connectivity enabler dalam membantu pelanggan segmen enterprise untuk terus meningkatkan produktivitasnya serta menjamin keamanan perangkat serta data perusahaan meskipun harus bekerja dari rumah,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun.

Salah satu fitur utama unggulan mobile security adalah unified endpoint management (UEM). Fitur itu membuat mobile security mampu memudahkan organisasi untuk mengelola aplikasi serta konten berbeda pada perangkat dan sistem operasi yang beragam secara end-to-end sehingga bisa menghasilkan efisiensi biaya. Pengelolaan pun cukup melalui satu dashboard yang terintegrasi sehingga mendapat insight berharga dari karyawan menjadi lebih mudah.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved