Polisi dengan APD Lengkap Jemput Preman dan Pak Ogah, yang Tak Berkasus Dilepas dan Diberi Sembako
Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan Ramadan, jajaran Polres Cianjur melaksanakan Operasi Pekat Lodaya 2020
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan Ramadan, jajaran Satreskrim Polres Cianjur melaksanakan Operasi Pekat Lodaya 2020 di wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (9/5/2020).
Personel gabungan fungsi Polres Cianjur melaksanakan kegiatan razia premanisme terhadap para tukang parkir illegal dan para pak ogah yang seringkali meresahkan masyarakat.
Operasi dipimpin langsung oleh Kasat reskrim AKP Niki Ramdhany. Para personel Polres Cianjur melaksanakan operasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).
• Tiga Catatan Penting Selama 4 Hari PSBB di Cianjur, Insentif Tenaga Medis Jadi Sorotan
Mereka menyisir para tukang parkir illegal dan pak ogah di wilayah Cianjur kota dan hasilnya sebanyak 10 orang berhasil diamankan.
“Dalam pelaksanaan operasi pekat ini personel Polres Cianjur dilengkapi alat pelindung diri (APD) dikarenakan itu merupakan SOP di masa pandemi covid-19 untuk antisipasi penularan covid-19. Selain itu juga sebelum para preman yang tertangkap di gelandang ke Mapolres Cianjur kami periksa dulu suhu tubuh mereka,” ujar AKP Niki.
Ditempat terpisah Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto saat ditemui di dapur umum mengatakan tujuan dari dilaksanakannya razia tersebut adalah sebagai upaya pemeliharaan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Cianjur.
Hal lainnya agar tetap aman kondusif sehingga aktivitas warga masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun pidana, maka dari itu kesepuluh orang tersebut didata, kemudian diberikan pembinaan, diberikan sembako, dan diserahkan kepada keluarganya.
• VIDEO Kisah Perempuan Muda Perajin Coet di Cianjur, Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai pelaksanaan operasi ketupat berakhir.
"Razia preman ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat dan muspida Kabupaten Cianjur," kata Kapolres Cianjur.(fam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/satreskrim-polres-cianjur-melaksanakan-operasi-pekat-lodaya-2020.jpg)