Pabrik Rokok Sampoerna Surabaya Bisa Jadi Klaster Baru Setelah Dua Karyawan Meninggal Positif Covid

Saat ini tracing sedang berjalan. Kira-kira ada 500 orang di pabrik itu (yang berpotensi tertular).

Editor: Giri
Pixabay
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Sebanyak 500-an karyawan PT HM Sampoerna Tbk diliburkan setelah ditemukan dua karyawan pabrik rokok itu meninggal terinfeksi virus corona. Selain itu atu kompleks pabrik PT HM Sampoerna Tbk di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, ditutup.

Sampai saat ini, Surabaya masih menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Setelah klaster pasar dan asrama haji, pabrik rokok Sampoerna di kawasan Rungkut, Surabaya, ini berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Ketua Tim Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan PT HM Sampoerna terkait masalah tersebut.

"Saat ini tracing sedang berjalan. Kira-kira ada 500 orang di pabrik itu (yang berpotensi tertular). Manajemen sudah menutup sementara kompleks (pabrik) itu, karyawannya diliburkan," kata Joni, saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020).

Semenjak ditemukannya dua karyawan PT HM Sampoerna yang meninggal karena terjangkit virus corona, Joni menyebut, Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim telah menindaklanjuti temuan itu dan sudah menetapkan sembilan karyawan di kompleks pabrik itu sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Sembilan orang ini sudah menjalani perawatan di rumah sakit," ujar dia.

Kemudian, lanjut Joni, tenaga medis juga menindaklanjuti dengan mengambil sampel swab terhadap 163 orang karyawan lainnya. Mereka diperiksa menggunakan metode tes polymerase chain reaction (PCR) di laboratorium, sambil menunggu hasil swab yang diperkirakan keluar dalam satu atau dua hari ke depan.

Selain itu, Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim juga sudah menjalani tes cepat Covid-19 atau rapid test terhadap 323 karyawan lain di pabrik rokok tersebut. Dari 323 karyawan yang menjalani rapid test, 100 orang di antaranya reaktif atau positif rapid test.

Ratusan Karyawan Sampoerna Surabaya Dikarantina, Hasil tes Swab Belum Keluar

"Selasa 28 April 2020, jumlah yang dilaporkan 63 orang yang positif rapid test. Rabu (29/4/2020) sore ada tambahan menjadi 100 orang. Mereka semuanya sudah diisolasi di hotel yang disediakan perusahaan," ujar dia.

Dengan adanya kasus tersebut, ia menyebut pabrik rokok tersebut berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Surabaya.

Hampir Satu Tahun Hilang, Keluarga: Angela Hindriati Pulanglah 

Hebatnya Wander Luiz Bersama Persib Bandung di Tiga Pekan Pertama, Ini Buktinya

Sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui dari mana riwayat transmisi atau penularan dua karyawan pabrik rokok Sampoerna yang meninggal karena tertular virus corona itu.

Joni menyebut, Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim tengah melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mendalami temuan tersebut sebagai upaya memutus rantai penularan virus corona.

"Ini sedang dilakukan tracing (penelusuran) lebih lanjut," tutur dia. (*)

Berikut ini hasil penelusuran sementara yang dilakukan Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim terhadap karyawan PT HM Sampoerna Tbk, Surabaya:

- Dua orang meninggal positif Covid-19

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved