Pengusaha Katering Kesulitan Gaji Karyawan yang Sebagian Besar Dirumahkan Saat Pandemi Virus Corona

PENGUSAHA katering semakin sulit. Wabah virus korona telah menghentikan roda perekonomian mereka. Bahkan ribuan karyawannya terpaksa dirumahkan karena

https://www.instagram.com/ppji.jabar/
Fahrur Rosidi, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Jawa Barat dalam sebuah acara. 

PENGUSAHA katering semakin sulit. Wabah virus corona telah menghentikan roda perekonomian mereka. Bahkan ribuan karyawannya terpaksa dirumahkan karena sudah tidak terima pesanan. Terutama katering yang bergerak dalam layanan pesta seperti pernikahan.

Fahrur Rosidi, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Jawa Barat, menyebut perusahaan katering di Jawa Barat sudah mati suri.

"Karyawan sebagian besar dirumahkan dan sebagian kecil menggunakan sistem kerja sif," kata Fahrur kepada Tribun lewat WhatsApp, Selasa (14/4).

Mereka yang dirumahkan, kata Fahrur, adalah karyawan outsourcing dan level bawah menengah. Menurut dia, karyawan inti, seperti kitchen dan manajemen, tetap dipertahankan dengan pengurangan besaran take home pay.

Fahrur menyodorkan hasil survei internal PPJI. Survei itu memperlihatkan, dari 97 perusahaan katering se-Jabar yang berpartisipasi mengisi kuesioner, ada 425 karyawan yang dirumahkan dari 2.675 total karyawan yang dilaporkan. "Itu hasil survei internal per 8 April 2020," kata Fahrur.

Masih mengacu pada survei tersebut, kerugian yang dialami pengusaha katering adalah berupa pemutusan kontrak dan penundaan pembayaran. "Potential profit loss mencapai Rp 6,3 miliar," kata Fahrur.

Menurut Fahrur, rata-rata karyawan yang dirumahkan masih menerima gaji penuh pada Maret. Namun, kata Fahrur, untuk bulan selanjutnya harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan tiap perusahaan.

Seperti yang dilakukan oleh Destiny Catering. Sebanyak 135 karyawan perusahaan katering ini terpaksa dirumahkan dengan tetap menerima gaji sebanyak 50 persen dari total gaji. Tujuh karyawan lagi tetap dipertahankan untuk melayani pesanan nasi boks untuk donasi bagi paramedis ke RS Hasan Sadikin Bandung.

"Kami hanya bertahan asal bisa menggaji 50 persen untuk karyawan. Sampai kapan? Yang bulan April, kami masih bisa memberikan gaji 50 persen. Namun untuk bulan depan belum tentu 50 persen," kata Derry Septiadi (52), pemilik Destiny Catering, kepada Tribun lewat WhatsApp, Selasa (14/4).

Destiny Catering adalah perusahaan katering yang menerima orderan untuk pesta, seperti pernikahan.

Menurut Derry, perusahaan katering yang beralamat di Jalan Srimahi ini, banyak menerima orderan pada pertengahan Maret untuk pernikahan. Namun, katanya, karena ada larangan orang untuk berkumpul, termasuk resepsi pernikahan, orderan tersebut direvisi.

"Sebelum puasa memang biasanya ramai. Namun, semua orderan ada yang dibatalkan ada juga dihentikan, tapi juga ada yang mengadakan akad nikah saja," kata Derry.

Derry, yang juga Pengurus Bidang Pendidikan PPJI Jabar, memiliki hitungan sendiri mengenai sulitnya perusahan katering saat ini. Menurut dia, total income-nya pun turun hingga 80-90 persen.

"Sudah ribuan karyawan dirumahkan. Kalau di Jabar bisa 12 ribu hingga 15 ribu karyawan yang dirumahkan. Hitungannya begini, perusahaan katering di Jabar 600 lebih. Anggap saja kali 20 orang per perusahaan katering yang dirumahkan, jadi sudah 12.000 karyawan di rumahkan. Di Bandung ada 60 perusahaan kali saja 20 orang yang dirumahkan, jadi ada 1.200 orang yang dirumahkan," kata Derry.

Menurut Derry, PPJI belum memiliki solusi pasti. Hanya saja, katanya, dia berharap karyawan perusahaan katering mendapat bantuan pemerintah, seperti bantuan langsung tunai. "Kami juga terdampak. Harus ada stimulus buat karyawan," katanya. (januar ph)

Editor: Januar Pribadi Hamel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved