Gejala Baru Virus Corona, Masih Dipelajari Ahli dan Peneliti,Kelelahan Berlebih hingga Masalah Kulit
Penderita Covid-19 menunjukkan gejala seperti demam, batuk kering dan sesek napas.
Nyeri Otot
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga menyampaikan salah satu gejala virus corona adalah myalgia atau nyeri otot.
Brendan McLaughlin (28), seorang penjaga keamanan di Holy Name Medical Center di Teaneck, New Jersey merasakan pusing sebelum demam, kedinginan, dan nyeri otot.
Ia kemudian pergi ke ruang gawat darurat di rumah sakit tempatnya bekerja dan berpikir mungkin terserang flu.
Tes virus corona menunjukkan hasil positif. McLaughlin mengaku tak pernah merasa begitu sakit dalam hidupnya.
Masalah Kulit
Ahli Prancis baru-baru ini mengatakan virus corona baru atau SARS-CoV-2 dapat menyebabkan gejala dermatologis.
Seperti pseudo-frostbite atau radang singin semu, kulit kemerahan yang kadang menyakitkan, dan gatal-gatal.
Mereka menduga gejala tersebut terkait Covid-19.
Mereka menyoroti lesi kulit yang mungkin terkait dengan tanda Covid-19 lainnya seperti masalah pernapasan.
Lesi kulit adalah jaringan kulit yang tumbuh abnormal baik di permuukaan maupun di bawah permukaan kulit.
Tak Tunjukkan Gejala
Direktur CDC Robert Redfield mengatakan kepada NPR bahwa sebanyak seperempat pasien tidak menunjukkan gejala.
Meski begitu mereka bisa menularkan virus corona kepada orang lain.
Ada beberapa istilah yang digunakan dalam hal ini.
Asymptomatic: orang yang membawa virus di dalam tubuhnya namun tidak menunjukkan gejala
Presymptomatic: orang yang sudah terinfeksi dan virus corona sudah menginkubasi tubuhnya namun tidak menunjukkan gejala
Very mildly symptomatic: orang yang menunjukkan gejala ringan sakit Covid-19 namun tetap berinteraksi dengan orang lain. (Tribun Jabar/Fidya Alifa)