Gejala Baru Virus Corona, Masih Dipelajari Ahli dan Peneliti,Kelelahan Berlebih hingga Masalah Kulit
Penderita Covid-19 menunjukkan gejala seperti demam, batuk kering dan sesek napas.
TRIBUNJABAR.ID - Penderita Covid-19 menunjukkan gejala seperti demam, batuk kering dan sesek napas.
Kini muncul gejala baru yang lebih luas. Para peneliti dan dokter masih mempelajari tentang virus corona penyebab penyakit Covid-19.
Gejala baru tersebut seperti kelelahan yang berlebihan, nyeri otot, kehilangan indera penciuman, dan masalah kulit.
Lelah Berlebihan
Mengutip dari Kompas.com, Hedy Bauman (74), seorang pria dari Silver Spring, Maryland merasa sangat lemah sehingga ia hampir tak bisa bejalan ke sudut-sudut rumahnya.
Menurutnya, membaca beberapa halaman koran cukup melelahkan.
"Kamar mandi saya mungkin berjarak 15 langkah dari temput tidur. Aku tak yakin bisa pergi dari kamar mandi ke tempat tidur," kata Bauman, dilansir dari NBC News.
Kendati tidak menderita demam, Bauman mengaku kedinginan.
Dokter Bauman mengatakan, gejalanya konsisten dengan apa yang dipelajari dokter tentang kasus virus corona lain, meski mereka masih menunggu hasil dari tes virus corona Bauman.

Kehilangan Indera Penciuman dan Pengecap
Selain itu, ada pula yang mengalami gangguan indera penciuman dan pengecap.
Penderita tidak bisa merasakan rasa dan bau.
Pada akhir Maret, British Rhinological Society dan American of Otolaryngology melaporkan bukti anekdotal yang menunjukkan hilangnya indera penciuman dan pengecap menjadi gejala Covid-19.
New York Time juga memberitakan laporan dari berbagai negara bahwa sejumlah besar pasien Covid-19 mengalami anosmia (kehilangan indera penciuman) dan ageusia (masih bisa merasakan makanan namun kepekaan berkurang).
Para tenaga medis masih mempelajari bagaimana virus corona menyebabkan hal tersebut.
