Kamis, 7 Mei 2026

TRAGIS, Kepala Kampung Dihajar Warganya Gara-gara Tempel Larangan Kumpul-kumpul, Wajahnya Memar

Menyedihkan. Kepala kampung dihajar warganya karena menempel selebaran tak boleh kumpul-kumpul

Tayang:
Editor: Kisdiantoro
Shutterstock via Kompas.com
ILUSTRASI - Kepala kampung dihajar warganya karena menempel selebaran tak boleh kumpul-kumpul 

Menyedihkan. Kepala kampung dihajar warganya karena menempel selebaran tak boleh kumpul-kumpul

Larangan kumpul-kumpul itu adalah usaha menangkal virus corona masuk kampung

Tapi warga tak terima, lalu memukul kepala kampung

Akibatnya, kepala kampung itu mengalami luka memar di kepala.

//

TRIBUNJABAR.ID, PADANG - Baktiar Buyung, seorang Kepala Kampung di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, diduga dianiaya saat mensosialisasikan larangan berkumpul untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dia dipukul setelah menempel larangan berkumpul.

ODP di Kota Sukabumi Bertambah Tiga hingga Lima Orang Sehari

Peristiwa itu terjadi Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 17.00 WIB saat Baktiar Buyung menempelkan selebaran di Koto Rawang Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kapolsek Lengayang Iptu Beny Hari Muryanto, saat dihubungi TribunPadang.com lewat sambungan telepon, Sabtu (4/4/2020) membenarkan hal tersebut.

"Ketua Kampung dipukul orang saat sosialisasikan bahaya virus corona Covid-19 dan kejadiannya terjadi pada Jumat (3/4/2020)," katanya, Sabtu (4/4/2020).

Kapolsek menuturkan kronologis kejadian, saat itu Kepala Kampung Koto Rawang menempelkan selebaran yang berisi pengumuman tentang bahaya virus corona atau Covid-19.

"Selebaran berisi agar warga tidak berkumpul. Cuma, ada warga yang sedang bermain domino di warung," katanya.

 

Saat menempelkan selebaran berisi larangan untuk berkumpul tersebut, Kepala Kampung juga melarang warga bermain domino bersama-sama.

Akibat pelarangan itu, kemudian terjadi cekcok.

"Cekcok terjadi setelah menempelkan larangan untuk berkumpul-kumpul," katanya.

Ibu Hamil di Kota Bandung Jadi PDP, Ada Gejala Indikasi Covid-19, Poliklinik di RSIA Limijati Tutup

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved