Virus Corona di Jabar

Baru Diresmikan, RSUD Pandega Pangandaran Langsung Siagakan 9 Ruang Isolasi Covid-19

Mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19 di Pangandaran, RSUD Pandega Pangandaran yang baru diresmikan langsung menyiagakan tiga ruang isolasi

istimewa
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menandatangani prasasti peresmian Gedung RSUD Pandega Pangandaran melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (4/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19 di Pangandaran, RSUD Pandega Pangandaran yang baru diresmikan oleh Gubernur Ridwan Kamil secara virtual Sabtu (4/4/2020) siang, langsung menyiagakan tiga ruang isolasi khusus lengkap dengan tim medis dan ADP-nya.

“Tadi begitu rumah sakit (RSUD Pandega Pangandaran) diresmikan, tiga ruangan isolasi  sudah langsung siap beroperasi. Sementara enam ruangan lainnya sedang dipersiapkan,” ujar Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata kepada Tribun Sabtu (4/4).

Sementara enam ruang lainnya yang dipersiapkan tersebut berupa Gedung UPTD Farmasi yang berada disamping bangunan RSUD Pandega Pangandaran akan disulap jadi ruang khusus isolasi untuk menangani pasien yang berkaitan dengan Covid-19. Gedung UPTD Farmasi tersebut akan disulap jadi ruang isolasi.

Update Covid-19 di Ciamis: Jumlah Pasien Positif dan PDP Tak Berubah, ODP Menjadi 1.193 Orang

Untuk menunjang operasional enam ruang isolasi tambahan tersebut, pihak RSUD Pangandaran mulai merekrut 35 orang tenaga terlatih terutama tenaga medis  yang akan bekerja di  enam ruang isolasi.

Enam ruang isolasi tambahan di gedung UPTD Farmasi tersebut rencananya mulai beroperasi  Sabtu (11 April) nanti.  

Sedangkan kegiatan UPTD Farmasi kata Bupati Jeje pindah ke rumah dinas bupati di Parigi Pangandaran. “Rumah dinas bupati sementara digunakan sebagai UPTD Farmasi. Saya sendiri semantara tinggal  kembali di rumah keluarga di Pangandaran. Ini semua demi penanganan Covid-19,” katanya.

Ketua DPRD dan Gubernur Jabar Resmikan RS Pandega Pangandaran lewat Video Conference

Saat ini di Pangandaran jumlah ODP berada di angka 440 orang. Dan sekitar sudah dilakukan rapid test untuk 400 orang, tidak hanya dari ODP rapid test ini kata Bupati Jeje juga dilakukan untuk petugas medis dan wartawan.

“Kami juga tengah menunggu bantuan 5.000 rapid test dari Pemprov Jabar,” jelas Bupati Jeje.

Menangkal masuknya virus Covid-19 ke daerah otonomi baru (DOB) pemekaran Kabupaten Ciamis tersebut, Pemkab Pagandaran tidak hanya menutup seluruh objek wisata yang selama ini menjadi unggulan PAD-nya tetapi juga menjaga ketat lima akses masuk perbatasan Pangandaran.

Setiap kendaraan yang melintas di wilayah perbatasan diperiksa petugas gabungan. Dan penumpangnya dicek suhu tubuh sementara kendaraan disemprot cairan desinfektan. Pemudik yang terlanjur pulang kampong harus langsung melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved