Virus Corona di Jabar

Cerita Getir Sopir Angkot di Bandung Saat Wabah Corona, Cuma Ada Seorang Penumpang Bayar Rp 3 Ribu

Sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Bandung sedang getir dengan situasi wabah virus corona

tribunjabar/mega nugraha
Cerita Getir Sopir Angkot di Bandung Saat Wabah Corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Bandung sedang getir dengan situasi wabah virus corona yang berdampak pada pembatasan skala besar aktivitas warga. Mulai dari pemberhentian kegiatan di sekolah hingga tempat bekerja.

Pascapemberlakukan kebijakan penanganan Covid 19, jalanan sepi. Tidak banyak penumpang  angkot yang wara wiri turun naik kendaraan umum itu.

Saat ini, sejak tiga pekan terakhir, pemandangan angkot wara wiri di tengah jalan sepi tanpa membawa penumpang kerap ditemui. Tidak hanya membuat perekonomian para sopir ini megap-megap, mereka juga jadi pihak berisiko tertular virus corona.

Dadang Kosasih (40) misalnya. Sopir angkot jurusan Cikudapateuh ini, saat ditemui di Jalan Lodaya Jumat (3/4/2020), wajahnya langsung lesu saat ditanya penumpang.

"Wah berat sekarang Kang. Penumpang nyaris enggak ada. Sekali jalan hanya bisa angkut satu penumpang, bayar Rp 3 ribu," ujar Dadang, seraya menggelengkan kepalanya.

Nasib Nahas Perempuan di Lampung yang Suaminya Positif Corona, Dikucilkan dan Diteror Warga Sekitar

Jalan Lodaya yang biasa dilalui angkot itu tampak sepi. Biasanya, sebelum wabah ini nyaris memporak porandakan ekonomi, lalu lalang pegawai hingga anak sekolah kerap ditemui.

"Biasanya kami ini terbantu dengan anak sekolah yang pulang atau pergi di pagi dan sore hari. Anak sekolah sekarang diliburkan, otomatis semakin sepi penumpang," ujar Dadang.

Di tengah sitasi seperti saat ini yang entah sampai kapan berakhir, ia berharap pemerintah memberikan subsidi bagi para sopir angkot. Menurutnya, itu realistis karena di sisi lain pemerintah meminta warganya tetap di rumah.

"Tapi bagi kami kan harus cari uang, harus tetap kerja, enggak bisa di rumah. Jadi, rencananya sangat bagus kalau ada subsidi bagi orang-orang seperti kami," katanya.

Hal senada dikatakan sopir angkot Cicaheum - Ciwastra, Ahmad 46) saat ditemui di Jalan WR Supratman yang juga sepi. Dulu, sebelum wabah ini menjangkiti banyak orang, ia kerap menaikkan dan menurunkan penumpang, entah itu mahasiswa maupun anak sekolah.

2 Terungkap, KPAI Minta Pemerintah Segera Tangani Anak Telantar Akibat Orangtua Covid-19 Diisolasi

"Sekarang anak sekolah dan mahasiswa libur, entah sampai kapan. Penumpang sekali jalan paling satu sampai tiga penumpang, dapat Rp 12 ribu sedangkan setoran harus ada. Makanya kondisi ini mah sekarang ngeri," uja‎r dia.

Karena itu, kebijakan pemerintah yang akan memberi subsidi bagi warga terdampak penanganan virus corona, banyak sopir angkot yang mendukungnya.

"Setuju, paling tidak dengan ada subsidi itu, kami yang lagi susah tidak terlalu terbebani," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved