Bupati Akui Pelantikan ASN Pemkab Cirebon yang Dimutasi Sempat Diundur Akibat Covid-19

492 ASN yang terdiri dari eselon I - IV hingga pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Cirebon dimutasi ke jabatan baru, Jumat (3/4/2020).

istimewa
Sejumlah ASN Pemkab Cirebon saat dilantik Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, melalui teleconference, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak 492 ASN yang terdiri dari eselon I - IV hingga pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Cirebon dimutasi ke jabatan baru, Jumat (3/4/2020).

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, hanya melantik langsung empat orang perwakilan para ASN yang dimutasi di Ruang Nyi Mas Gandasari Kantor Bupati CirebonJalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Sementara ASN lainnya dilantik melalui teleconference di kantornya masing-masing dan diminta menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Cegah Penyebaran Covid-19, Pertamina MOR III Semprot Disinfektan di 151 SPBU se-Wilayah III Cirebon

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengakui pelantikan ratusan ASN tersebut sempat tertunda akibat wabah Covid-19.

"Rencana semula pelantikannya 1 April 2020, tapi tertunda karena Covid-19, kan ada larangan mengumpulkan massa juga," kata Imron Rosyadi saat ditemui usai kegiatan.

Karenanya, pelantikan tersebut ditunda sembari mencari solusi untuk bisa berjalan meski tanpa mengumpulkan massa.

Ia mengatakan, akhirnya disepakati pelantikan dilakukan melalui teleconference di kantornya masing-masing.

Imron hanya melantik empat ASN yang masing-masing mewakili eselon I - IV dan pejabat fungsional.

"Alhamdulillah pelantikan melalui teleconference itu sudah terlaksana dan berjalan lancar," ujar Imron Rosyadi.

Selain itu, pelantikan tersebut sempat tertunda karena adanya sejumlah ASN yang pensiun pada awal April 2020.

Imron mengaku dalam mutusi kali ini suatu posisi diisi pejabat definitif, bukan pejabat sementara (Pjs).

Bupati Cirebon Sebut Perlu Rp 70 Miliar per Bulan untuk Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak Covid-19

Ia juga mengakui proses penetapan untuk mengisi pejabat definitif suatu posisi terkadang membutuhkan waktu cukup lama.

Karenanya, pihaknya memutuskan mengundur pelantikan tersebut hingga masa pensiun sejumlah ASN.

"Baru dimutasi kemudian pensiun nanti jabatannya diisi Pjs lagi, jadi diputuskan menunggu beberapa waktu untuk mencarikan penggantinya," kata Imron Rosyadi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved