Pengadilan Negeri Garut Mulai Gelar Sidang Online, dari Tiga Lokasi Berbeda Bertemu di Dunia Maya

Pengadilan Negeri (PN) Garut sudah mulai melaksanakan persidangan secara online.

istimewa
ilustrasi sidang online 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pengadilan Negeri (PN) Garut sudah mulai melaksanakan persidangan secara online. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan penularan virus corona.

“Sejak kemarin (Senin), kami sudah melaksanakan persidangan secara online. Ada 10 persidangan dengan jumlah 32 terdakwa yang berhasil dilakukan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Sugeng Hariadi, Rabu (1/4/2020).

Menurut dia, pelaksanaan sidang secara teleconference cukup efektif dalam menekan interaksi langsung. Apalagi dalam persidangan sering dihadiri pengunjung.

“Ini jelas sangat efektif memutus penyebaran Covid-19, tentu terobosan ini pula harus kita dukung bersama,” ucapnya.

Dalam praktiknya, persidangan online dipimpin satu hakim ketua, serta dua hakim anggota yang digelar di ruang utama persidangan pengadilan. Sidang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Libatkan UMKM, Pemkab Bandung Barat Siapkan 50.000 Masker untuk Dibagikan ke Warga

Sementara, saksi dan jaksa penuntut termasuk pengacara dari terdakwa, berada di kejaksaaan. Sedangkan terdakwa tetap berada di ruang tahanan. Ini artinya para pihak berada di tiga lokasi berbeda bertemu di dunia maya.

“Sidangnya seperti biasanya, hanya saksi dan terdakwanya yang tidak ada di ruang sidang itu,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya persidangan secara daring, mampu mengurangi jumlah interaksi langsung antara pengunjung, dengan seluruh aparat penegak hukum. Pihaknya juga sangat mendukung upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Doakan saja semoga seluruh persidangan online ini berlangsung sukses,” katanya.

Humas Pengadilan Negeri Garut, Endratno Rajamai mengatakan, berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum No. 379/DJU/PS.OO/3/2020, tertanggal 27 Maret 2020, selama bencana Covid-19 berlangsung, persidangan perkara pidana dilaksanakan secara teleconference.

“Sidang secara teleconference sudah dimulai sejak Senin, 30 Maret 2020,” ujar Endratno.

DPRD Dukung Pemkot Bandung Anggarkan Rp 75 Miliar untuk Penanganan Virus Corona

Menurutnya, sejak surat edaran itu diterima, lembaganya langsung melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan, rumah tahanan (rutan/lapas), dan pihak terkait untuk melaksanakan sidang perkara pidana secara teleconference.

“Seluruh persidangan secara online kemarin berjalan lancar. Tidak ada kendala. Sidang juga seperti biasanya walau melalui teleconference,” ucapnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved