Ingat, Jangan Semprotkan Disinfektan ke Tubuh Manusia dan Pakaian, Bisa Jadi Berbahaya, Ini Kata WHO
Setelah virus corona merebak, sejumlah tempat mulai mendirikan bilik untuk menyemprot disinfektan.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Ada beberapa manfaat dari vitamin D, di antaranya adalah menjalankan fungsi metabolisme kalsium, mentransmisi kerja otot dengan saraf, dan tentu saja, imunitas tubuh.
Adapun waktu terbaik untuk berjemur sinar matahari adalah saat pagi hari.
Tepatnya, waktu terbaik berjemur sinar matahari adalah sebelum pukul 10.00 WIB.
Tak perlu lama-lama, Anda cukup berjemur selama 15 menit saja.
Dalam sepekan, Anda juga hanya cukup berjemur selama dua hingga tiga kali saja.
Sementara itu, Dokter Ahli Gizi dan Magister Filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum menjelaskan, ada dua jenis cahaya matahari yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan manusia.
Cahaya matahari yang tidak dibutuhkan manusia adalah ultraviolet A, sementara yang dibutuhkan adalah ultraviolet B.
Sinar ultraviolet A muncul sekitar pukul setengah enam hingga tujuh pagi atau ketika matahari mulai beranjak naik.
Tan menyarankan agar kita menghindari paparan sinar ultraviolet A secara berlebih karena dapat menyebabkan keriput dan kanker.
Sementara itu, ultraviolet B yang dibutuhkan manusia bisa didapatkan saat matahari naik, sekitar sebelum jam 10 pagi.
Lebih lanjut Tan menganjurkan, baiknya kita terpapar sinar matahari pagi secara langsung atau bukan hanya sekadar berkeringat saja.
Usahakan Anda tak mengenakan pakaian tertutup agar sinar matahari langsung mengenai kulit tubuh.
Jadi, beberapa meter persegi kulit bisa terkena sinar matahari.
Tan menyarankan agar kita tidak terbakar sinar matahari.
Karena itu, posisi yang dianjurkan saat berjemur sinar matahari pagi adalah tengkurap.
Bidang kulit bagian belakang lah yang mendapati cahaya matahari banyak.