Ingat, Jangan Semprotkan Disinfektan ke Tubuh Manusia dan Pakaian, Bisa Jadi Berbahaya, Ini Kata WHO
Setelah virus corona merebak, sejumlah tempat mulai mendirikan bilik untuk menyemprot disinfektan.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Cairan disinfektan tersebut tak disarankan untuk disemprotkan pada tubuh manusia atau pakaian seseorang.
"Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan bukan pada tubuh atau baju dan tidak akan melindungi Anda dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit," bunyi keterangan dalam laman resmi tersebut, dikutip TribunJabar.id dari Kompas.com.

Sementara itu, menurut Guidance Notes on Safe Use of Chemical Disinfectants Departemen Tenaga Kerja Hong Kong, alkohol adalah bahan kimia yang mudah terbakar jika berada di dekat api.
Karena itu, disinfektan yang mengandung alkohol, memiliki risiko jika disemprotkan ke tubuh.
Jika terhirup, alkohol pun dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mempengaruhi saraf sistem pusat.
Kemudian, alkohol juga bisa mengiritasi kulit yang terluka.

Lantas bagaimana dengan klorin?
Zat tersebut ternyata disebut sebagai zat beracun.
Akibatnya bisa fatal jika seseorang terpapar klorin dengan konsentrasi tinggi.
• Cegah Virus Corona, Ini Cara Menyemprot Disinfektan ke Mobil Biar Aman
Waktu Terbaik Berjemur Matahari Pagi
Selama ini, bisa jadi tak sedikit orang yang menghindari sinar matahari pagi lantaran panas dan bikin berkeringat.
Namun, ternyata ada manfaat luar biasa di balik sinar matahari pagi tersebut.
Di masa wabah corona seperti saat ini, banyak orang justru sengaja berada di luar rumah untuk berjemur sinar matahari pagi.
Berjemur di bawah sinar matahari pagi, dipercaya berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh.
Seperti diketahui, beberapa ahli berpendapat daya tahan tubuh yang baik memiliki andil untuk mencegah infeksi virus corona.
Menurut laman alodokter.com, sinar ultraviolet (UV) yang dihasilkan sinar matahari pagi akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin D jika menyentuh permukaan kulit.