Wabah Virus Corona
Di Cianjur, Warga Berburu Chloroquin ke Apotek Setelah Baca Jurnal Virus Corona, Stok Habis
Permintaan Chloroquin di Cianjur naik sepekan setelah ada beberapa tulisan yang menyebutkan Chloroquin ini baik untuk penyembuhan dari virus corona.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Adanya berita mengenai obat anti malaria atau disebut Chloroquin yang memiliki khasiat baik untuk penyembuhan dari virus corona, membuat sebagian besar warga mendatangi apotek dan bertanya seputar keberadaan obat tersebut.
Sudah sepekan warga banyak yang datang dan menanyakan keberadaan Chloroquin untuk membeli.
Apoteker Kimia Farma 365 Jalan Ir H Djuandan No 19, Gusti Mandala, mengatakan Chloroquin sudah banyak dijual tapi masih di outlet Kimia Farma tertentu karena selama ini resep sesuai permintaan dari dokter.
• Perangi Virus Corona, Pemkot Bandung Anggarkan Rp 75 Miliar
"Kalau di Kimia Farma 365, Kimia Farma 317 Jalan Dr Muwardi, dan Kimia Farma Karangtengah Jalan Raya Bandung memang sudah menyediakan biasanya diresepkan dokter internis," ujar Mandala melalui sambungan telepon Jumat malam.
Mandala mengatakan permintaan mulai naik sepekan setelah ada beberapa tulisan yang menyebutkan Chloroquin ini baik untuk penyembuhan dari virus corona.
"Iya banyak permintaan karena ada jurnal yang menyebutkan seperti itu," katanya.
Ia mengatakan, untuk harga masih normal, namun karena permintaan meningkat sehingga stok obatnya cepat habis.
"Untuk harga masih normal, namun karena permintaan banyak maka stok cepat habis," kata Mandala.(fam)
Jokowi Impor 5 Ribu Obat Corona
Jumlah kasus virus corona di Indonesia terus bertambah, semula 309 kasus kini menjadi 369 kasus per Jumat 20 Maret 2020
Dari 369 kasus virus corona, 32 pasien positif virus corona meninggal dunia
Upaya pemerintah mengatasi wabah virus corona terus dilakukan. Presiden Jokowi mengatakan akan mengimpor 5 ribu obar untuk atasi virus corona
• Download Aplikasi Pikobar, Ada Update Data Korban Virus Corona, Telepon Nomor Darurat Tinggal Klik
Obat tersebut adalah Avigan dan Klorokuin yang di sejumlah negara telah teruji dapat menyembuhkan pasien virus corona
//
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungapkan telah memasan 5 ribu obat untuk Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam konferensi pers, Jumat (20/3/2020) sore.
Ia mengatakan, untuk vaksin virus corona hingga saat ini belum ditemukan.
Namun pemerintah telah menyiapkan obat untuk pasien Covid-19, yakni avigan dan Klorokuin.
Jokowi mengungkapkan, obat tersebut telah diuji di sejumlah negara yang terdampak virus corona.
"(obat) Ini telah dicoba oleh satu, dua, tiga negara dan memberikan kesembuhan."
"Yaitu Avigan, kita telah mendatangkan 5 ribu yang akan kita coba dan dalam proses pemesanan 2 juta."
"Yang kedua klorokuin, ini kita telah siap 3 juta," ungkapnya.
Jokowi mengungkapkan, dengan adanya obat yang sudah dan akan dipesan merupakan bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam dengan wabah ini.
• Dinkes Catat Jumlah PDP dan OPD Corona di Kota Cirebon Capai 15 Orang
"Kecepatan ini yang ingin sampaikan bahwa kita tidak diam, tetapi mencari hal-hal informasi apa yang bisa kita menyelesaikan Covid-19," ungkap Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga mengatakan, bahwa sore ini telah dilakukan rapid test di Jakarta Selatan.
"Sudah dilakukan sore ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada kontak tracing dari pasien-pasien yang positif."
"Sehingga dari situlah didatangin dari rumah ke rumah untuk di tes," ungkapnya.
Ia menegaskan, untuk rapid test ini memang ada wilayah prioritas.
Yakni wilayah yang dianggap paling rawan untuk persebaran kasus virus corona.
"Jadi memang ada prioritas dan kita memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan hasil yang paling rawan, di Jakarta Selatan," ungkapnya.
Jokowi akan Adakan Rapid Test secara Desentralisasi
Presiden Jokowi mengungkapkan, hari ini pemerintah telah mulai melakukan rapid test.
Diketahui, rapid test adalah uji cepat yang dilakukan untuk melacak infeksi virus SARS-CoV-2 atau virus Corona.
Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam konferensi pers, Jumat (20/3/2020) sore.
• Wali Kota Bima Arya Tak Takut Umumkan Positif Kena Corona, Banjir Pujian dan Doa Netizen
"Hari ini pemerintah telah mulai melakukan repid test sebagai upaya untuk memperoleh indikasi awal apakah seseorang positif terinfeksi covid-10 atau tidak," terang Jokowi.
Ia mengatakan, pemerintah memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan indikasi yang paling rawan terhadap Covid-19.
"Pemerintah telah memutuskan untuk melakukan desentralisasi tes yang memberikan kewenangan kepada laboratorium yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan," ujar Jokowi.
Pemerintah juga sedang menyiapkan infastruktur pendukung yakni berupa ruang isolasi dan rumah sakit.
"Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran siap dijadikan Rumah sakit darurat Covid-19 dan juga sebagai rumah isolasi pada Sabtu (21/3/2020) malam," terangnya.
Pulau Sebaru dan Pulau Galang juga akan disiaokan untuk karantina dan observasi serta isolasi.
Untuk Pulau Galang, akan selesai dibangun pada 28 Maret 2020.
Selain itu, Jokowi juga mengatakan, kapasitas rumah sakit rujukan akan terus ditingkatkan dan ditambah.
Baik dari sisi ruang peralatan, obat hingga sumber daya manusia.
Rumah Sakit TNI, Rumah Sakit Polri serta Rumah Sakit BUMN yang ada di daerah-daerah terinfeksi juga telah disiapkan untuk penanganan Covid-19.