Soal Penundaan Wisuda, Ini Penjelasan Rektor Telkom University

Telkom University (Tel-U) terpaksa menunda prosesi wisuda periode II yang seharusnya digelar pada 27-28 Maret 2020.

Tribun Jabar/Cipta Permana
(kiri ke kanan) Wakil Rektor I, Dr. Dadan Rahadian, S.T., M.M; Rektor Telkom University, Prof. Dr. Adiwijaya S.Si M.Si; dan Direktur Sekretariat dan Perencanaan Strategis: Dr. Anisah Firli saat menggelar sesi konferensi pers terkait penundaan wisuda periode II bulan Maret 2020, di Kampus Tel-U. Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Telkom University (Tel-U) terpaksa menunda prosesi wisuda periode II yang seharusnya digelar pada 27-28 Maret 2020.

Prosesi wisuda periode II Telkom University itu ditunda hingga Agustus mendatang.

Penundaan prosesi wisuda sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 bagi sivitas akademika Telkom University dan  menindaklanjuti surat edaran Kemendikbud nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan.

"Pada prinsipnya wisuda merupakan kegiatan seremoni semata dan di sana ada pengumpulan massa dalam jumlah besar. Maka penundaan ini (wisuda) sebagai bentuk antisipasi atau proteksi. Bila tidak, kemungkinan bisa menjadi hal yang sangat merugikan kita ke depan, bukan hanya Tel-U tapi juga seluruh sivitas akademika, karena kita tidak pernah tahu siapa saja yang telah terinfeksi," ujar Rektor Tel-U, Prof Dr Adiwijaya SSi MSi di Kampus Tel-U. Jumat (13/3/2020).

Prof Adiwijaya menuturkan, untuk kegiatan wisuda per tahun di Telkom University diselenggarakan selama tiga kali periode yaitu, Maret, Agustus, dan November. 

Bisa mahasiswa tidak bisa mengikuti wisuda pada bulan Maret karena ditunda, maka bisa ikut di periode berikutnya.

Wisuda Telkom University Ditunda, Mahasiswa Kecewa: Orang Tua Kadung Beli Tiket Pesawat & Hotel

BREAKING NEWS: Antisipasi Corona, Telkom University Tunda Wisuda 1.400 Mahasiswanya

Ia berharap, masalah Covid-19 dapat segera mereda dan pelaksanaan wisuda dapat kembali seperti semula terlebih di China sebagai negara asalnya wabah ini pun mulai berangsur membaik.

Prof Adiwijaya mengakui ada protes keluarga mahasiswa akibat penundaan gelaran wisuda tersebut. Bahkan, ucapnya, ada keluarga mahasiswa yang telah membeli tiket pergi-pulang ke Bandung.

Setelah diberikan penjelasan terkait alasan kebijakan itu, termasuk melalui surat edaran resmi kepada para mahasiswa dari pihak fakultas, ucapnya, sebagian besar keluarga mahasiswa mengapresiasai penundaan wisuda tersebut.

Halaman
12
Penulis: Cipta Permana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved