Pencurian di Minimarket
Dua Hari Berturut Minimarket Dibobol Maling, Ini Kata Kapolres Purwakarta
Aksi kejahatan pencurian atau pembobolan minimarket akhir-akhir ini kembali marak di wilayah hukum Purwakarta.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Aksi kejahatan pencurian atau pembobolan minimarket akhir-akhir ini kembali marak di wilayah hukum Purwakarta.
Di antaranya terjadi di Jalan Cimuntuk, Desa Sukatani pada Minggu (23/2/2020) dan di Jalan Industri, Kampung Krajan, Kecamatan Babakancikao pada Senin (24/2/2020).
Para kawanan maling itu nekat masuk sesaat setelah minimarket tutup, bahkan karyawan masih ada di dalam toko. Mereka beraksi bermodalkan senjata tajam seperti golok atau samurai.
• Dua Hari Berturut Terjadi Pembobolan Minimarket di Purwakarta, Maling Beraksi Gunakan Senjata
Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jabar, kejadian pembobolan minimarket di Jalan Industri ini terjadi pada dini hari pukul 02.30 WIB. Sedangkan di Sukatani terjadi pukul 22.30 wib.
Seorang penjaga minimarket di Jalan Cimuntuk, Yeni (23), mengatakan tiga pelaku menodongkan senjata tajam kepadanya lalu memaksa mengeluarkan uang dalam brankas.
"Para maling ini pakai helm dan penutup wajah saat beraksi dan kami saat itu sedang mau tutup," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa kerugian akibat pencurian itu mencapai Rp 30 juta, belum termasuk sejumlah barang yang digasak.
Sementara itu, Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan, mengungkapkan pihaknya bersama semua jajarannya telah melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan kejahatan di minimarket.
Di antaranya, mengimbau pemilik dan staf minimarket untuk tepat waktu menutup minimarket.
"Kami juga lakukan preventif dengan patroli terpadu di daerah-daerah pusat perbelanjaan serta menyambangi minimarket memberikan pengarahan tentang pengamanan minimarket ke petugas jaganya," ujar Kapolres Purwakarta.
Selain itu, kata AKBP Indra Setiawan, pihaknya berpatroli pada malam hari untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Kemudian pihaknya melakukan kegiatan penyelidikan secara digital forensik dalam mengungkap jaringan kejahatan.
• Dana Bantuan Tak Kunjung Cair, Ratusan Korban Gempa 2017 dari Pamarican Datangi DPRD Ciamis