Dana Bantuan Tak Kunjung Cair, Ratusan Korban Gempa 2017 dari Pamarican Datangi DPRD Ciamis
Ratusan warga Pamarican korban gempa 2017 beserta aparat desa setempat mendatangi DPRD Ciamis, Selasa (25/2/2020)
Penulis: Andri M Dani | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Ratusan warga Pamarican korban gempa 2017 beserta aparat desa setempat mendatangi DPRD Ciamis, Selasa (25/2/2020).
Mereka mempertanyakan bantuan stimulan untuk korban gempa yang terjadi Jumat (15/12/2017) tengah malam, yang tak kunjung cair sampai saat ini.
Kehadiran ratusan warga korban gempa di gedung wakil rakyat Tatar Galuh Ciamis tersebut mendapat pengamanan ketat dari petugas keamanan.
• 42 Rumah di Pamarican Ciamis Rusak Digoyang Gempa, Nih Foto-fotonya

“Kami sudah 11 kali mendatangi BPBD Ciamis dan dua kali ke BNPB pusat. Tapi sekarang belum ada kejelasan kapan cairnya dana bantuan stimulan untuk korban gempa 2017 tersebut. Sudah lelah kami menunggunya,” ujar Yanto (41) koordinator Korban Gempa Pamarican 2017 di hadapan Ketua Komisi D DPRD Ciamis, Syarif Sutiarsa dan sembilan anggota Komisi D DPRD Ciamis di Ruang Rapat Paripurna DPRD Ciamis, Selasa (25/2) siang.
Rombongan warga korban gempa itu terdiri dari para kades dan aparat desa dari Kecamatan Pamarican.
Selain diterima pimpinan dewan di gedung dewan itu hadir pula Kepala BPBD Ciamis Drs HM Soekiman, Kadinsos Ciamis, H Agus Kurnia SH MSi, Sekdis DPRKPLH Agus Komara, Kabid Anggaran BPKAD Ciamis, Fauzi dan pejabat lainnya.
• Kecamatan Pamarican Paling Parah Terdampak Gempa, Satu Tewas Tertimbun

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, gempa 6,9 SR pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47 tengah malam itu mengakibatkan 312 rumah rusak berat, 1.412 rusak sedang dan 3.999 rumah rusak ringan yang tersebar di 4 kecamatan.
Adapun dari 4 kecamatan itu yang terparah di Kecamatan Pamarican. Dan dari enam desa yang terdampak gempa 2017 di Pamarican, Desa Sukahurip paling parah.
“Di Desa Sukaruhip ada 76 rumah yang rusak parah akibat gempa termasuk rumah saya. Pasca gempa, Desa Sukahurip waktu sempat dikunjungi Pak Willem (Kepala BNPB Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei). Katanya untuk rehabilitasi rumah korban gempa dibutuhkan anggaran Rp 29 miliar. Tapi sampai hari ini, dana bantuan stimulan untuk rehab rumah korban gempa tersebut tak kunjung cair. Tak jelas ujung pangkalnya,” kata Yanto.
• Banjir Rendam Ribuan Rumah di Enam Kecamatan di Subang dan 2.819 Orang Terpaksa Mengungsi
• 77 Siswa di NTT Dipelonco Disuruh Makan Kotoran Manusia, Kami Semua Menangis, Terlalu Jijik dan Bau
• INFO TERBARU Soal Tahap Pendaftaran SNMPTN bagi Penerima KIP Kuliah, Finalisasi hingga Maret
