Gempa di Selatan Jawa
Kecamatan Pamarican Paling Parah Terdampak Gempa, Satu Tewas Tertimbun
“Keduanya sudah masuk ruang perawatan. Yang tinggal di IGD hanya seorang lagi atas nama Pak Ajat,” ujar petugas jaga IGD RSU Ciamis.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Laporan wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIAMIS – Gempa 6,9 SR yang menguncang kawasan Priangan Timur Jumat (15/12) pukul 23.47 tengah malam tidak hanya membuat masyarakat yang sedang tidur panik dan berlarian ke luar rumah.
Gempa telah merusak 758 rumah yang tersebar di 20 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis, lima rumah di antaranya ambruk, rata dengan tanah.
Tiga komplek pesantren rusak berikut 5 masjid, 2 musola, 5 sekolah, 1 MI dan 1 komplek universitas.
Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Pamarican, 436 rumah rusak termasuk 1 masjid dan 2 musola (1 musola rata dengan tanah), kemudian Kecamatan Banjaranyar (132 rumah rusak), Kecamatan Sadananya (50 rumah rusak) dan Kecamatan Lakbok (40 rumah rusak).
Goncangan gempa yang berpusat di Barat Daya Tasikmalaya tersebut juga merenggut dua nyawa.
Masing-masing Hj Dedeh Lutfi (60) warga Dusun Desa Rt 04 RW 02 Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya, Dan Marsiah (55) warga Desa Purwajaya Kecamatan Purwodadi.
Baca: Mbah Mijan Kembali Berkicau Usai Gempa Hingga Perjuangan Dian Sastrowardoyo Menjadi Mualaf
Baca: Mike Tyson Ternyata Nyaris Pukul KO Brad Pitt, Ini Gara-garanya
Baca: Tak Dapat Kesempatan Main, Penyerang Muda Persib Bandung Menyeberang ke PS TNI
Marsiah meninggal akibat shock kaget berat saat gempa berkekuatan 6,9 SR tersebut mengguncang. Diduga korban mengidap penyakit jantung.
Tujuh korban lain mengalami luka-luka sempat dirawat di rumah sakit dan puskesmas setempat.
Sementara Dedeh Lutfi meninggal akibat luka di kepala dan pendarahan hebat setelah kejatuhan balok puing runtuhan rumahnya di Dusun Desa Rt 04 RW 02 Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya yang roboh diguncang gempa Jumat (15/12) tengah malam tersebut.
“Jenazah Ibu Hj Dedeh sudah dimakamkan tadi siang pukul 14.00 di pemakaman umum Dusun Desa setelah sebelumnya jenazahnya di semayamkan di masjid jamie. Beliau dimakamkan setelah kedua anaknya yang tinggal di Bandung tiba di Gunungsari,” ujar Eman Sulaiman, Ketua BPD Desa Gunungsari kepada Tribun Sabtu (16/12).
Menurut Eman, ratusan warga, para pejabat, TNI/Polri mengantarkan jenazah Hj Dedeh ke pemakaman. “Setelah jenazah dimakamkan hujan turun dengan lebat,” katanya.