Tak Digubris Pemkab Bandung, Keluarga Yayah Datang ke Cianjur, 16 Tahun Tak Pulang dari Saudi Arabia

Warga Kabupaten Bandung kebingungan mencari bantuan kepulangan saudara mereka yang ditahan majikan

Tak Digubris Pemkab Bandung, Keluarga Yayah Datang ke Cianjur, 16 Tahun Tak Pulang dari Saudi Arabia
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Keluarga Yayah mengadu ke Astakira Cianjur dan melaporkan ketidakpulangan selama 16 tahun 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Warga Kabupaten Bandung kebingungan mencari bantuan kepulangan saudara mereka yang ditahan majikan di kota Khamis Musait, Saudi Arabia selama 16 tahun.

Akhirnya mereka mendatangi kantor Astakira Pembaharuan Cianjur untuk melaporkan ketidakpulangan Yayah binti Ihun, warga Kampung Toge RT 02/02, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Pihak keluarga menerima alasan tidak pulangnya Yayah karena pihak majikan belum bisa membayar gaji dari Yayah.

"Komunikasi juga jarang, empat bulan terakhir ada komunikasi susah pulang karena majikan tidak bisa membayar gaji kakak saya," ujar adik kandung Yayah, Ade Ruspandi (30).

DPRD Kota Cirebon Keluarkan Surat Rekomendasi Penanganan Situs Matangaji

Ade mengatakan, pihak keluarga sudah merasa kebingungan untuk meminta bantuan memulangkan Yayah.

"Iya kami bingung harus kemana lagi, ada teman mengabarkan di Cianjur ada yang bisa membantu, jadi kami ke sini," kata Ade.

Ketua DPC Astakira Pembaruan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, mengatakan, terkait dengan laporan ini pihaknya sudah menerima data yang bersangkutan juga sudah mendatangi Pemkab Bandung namun tak direspons.

"Kami sudah ajukan ke BNP2TKI namun kurang data pendukung seperti paspor dan id majikan," ujarnya.

Imbas Cover Lagi Syantik, Thariq Halilintar Jadi Saksi, Atta Halilintar Datang Beri Dukungan

Ia mengatakan, seharusnya pemerintah harus mengambil langkah cepat karena pihak keluarga ingin Yayah cepat pulang dengan pemenuhan haknya.

"Disnaker Jabar dan Disnaker Kabupaten Bandung harusnya respons cepat, kami ingin ada kerjasama dengan pemerintah, jangan kalau sudah ramai baru bergerak," ujar Ali.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved