Kisah Poligami Viral, Abah Cijeunjing Ternyata Anak Pendiri Pesantren, Sempat Temui 2 Ustaz Masyhur
Ia merupakan anak bungsu dari pendiri Pondok Pesantren Cijeungjing Ciamis, KH Aceng Masduki yang akrab dipanggil Abah Uci.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Widia Lestari
TRIBUNJABAR.ID - Abah Cijeungjing (29) menjadi pembicaraan setelah kisah poligaminya viral.
Ia merupakan anak bungsu dari pendiri Pondok Pesantren Cijeungjing Ciamis, KH Aceng Masduki yang akrab dipanggil Abah Uci.
Abah Uci yang sempat bermukim di Tangerang tersebut merupakan pendiri dan penyebar jemaah Sholawat Wabarik di Indonesia dan kini memiliki ribuan jemaah.
Nama asli Abah Cijeungjing sebenarnya KH Hafi Muhammada Kafi Firdaus atau dipanggil Abah Kuka.
Setelah sang ayah meninggal dalam usia 49 tahun, Abah Cijeungjing menjadi pemimpin pesantren.
Pesantren Cijeungjing berlokasi di Dusun Kidul RT 08/02, Desa Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Anak bungsu dari 3 bersaudara itu lahir pada bulan Juni tahun 1990.
Ia kerap memimpin kegiatan sholawat dan pengajian hikam setiap malam Selasa atau malam Rebo (rebeon).
Menurut H Aep Saefullah (50) yang juga jemaah Sholawat Wabarik, kegiatan Pondok Pesantren Cijeungjing dan jemaah Sholawat Wabarik kini berada di bawah naungan Yayasan Abah Kuka Abadi.
Abah Kuka Abadi tersebut kependekan dari Angkatan Bersholawat Ahlusunnah Waljamaah Ku Alloh Ka Alloh Salawasna.
Yayasan ini juga menaungi berbagai kegiatan usaha seperti bisnis transportasi, palet, outdoor moeslem wear, tambang, property, food court, termasuk toko kue “Kuka”, serta kedai kopi.
Kegiatan utamanya, kata H Aep tentunya pengembangan Pondok Pesantren Cijeungjing dan pengajian jemaah Sholawat Wabarik.

Ditemui pada Selasa (11/2) sore di Ponpes Cijeungjing, Abah Cijeungjing mengatakan kegiatan dakwahnya dibiayai oleh berbagai usaha bisnis.
“Semua kegiatan bisnis yang dilakukan adalah untuk menunjang kegiatan dakwah. Bisnis untuk dakwah,” ujar Abah Cijeunjing.
Abah Cijeungjing tak menampik ia menjadi sorotan netizen.