Erosi Sungai Cimanuk Gerus Lahan Warga, Enam Rumah di Desa Sukasenang Banyuresmi GarutTerancam

Sebanyak enam rumah warga di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi terancam erosi dari Sungai Cimanuk.

Erosi Sungai Cimanuk Gerus Lahan Warga, Enam Rumah di Desa Sukasenang Banyuresmi GarutTerancam
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Ilustrasi: Puluhan rumah di Kampung Leuwidaun, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut banyak yang terbawa arus Sungai Cimanuk, Rabu (21/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak enam rumah warga di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi terancam erosi dari Sungai Cimanuk.

Selama 10 tahun, erosi jadi ancaman bagi warga di bantaran Cimanuk.

Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan mengatakan, akibat erosi sebanyak lima hektare lahan warga terdampak.

VIDEO Antisipasi Longsor dan Erosi, Wantannas Akan Tanam 1 Miliar Vetiver di Berbagai Daerah

Pakar Lingkungan Hidup: Kegiatan Penguatan Lahan Proyek Pramestha Tak Boleh Dihentikan, Bisa Erosi

Padahal lahan itu merupakan kawasan pertanian produktif warga sekitar.

"Dalam 10 tahun ini saja sudah lima hetare. Apalagi di musim hujan, sering tergenang banjir," ucap Iwan, Selasa (4/2/2020).

Iwan menyebut, sudah mengajukan ke pemerintah untuk membuat tembok penahan tanah (TPT). Jika tak segera dibangun TPT, lahan warga yang terancam terkena erosi akan semakin luas.

"Dari dana desa tak cukup untuk buat TPT. Panjangnya saja sekitar dua kilometer dengan tinggi lima sampai enam meter," katanya.

Salah satu penyebab erosi di wilayahnya yakni saat banjir bandang pada 2016.

Saat itu, banyak lahan yang tergerus air. Setelah banjir surut, sejumlah rumah yang dinilai aman masuk zona merah.

"Warga sangat berharap dibangun TPT. Biar lebih aman juga. Soalnya waktu banjir bandang, banyak yang kena dampaknya," ucapnya.

Pembangunan Rumah Sakit Limbangan Batal Tahun Ini, Begini Penjelasan Wakil Bupati Garut

Iwan mengaku pembangunan TPT sudah sangat dinantikan warga. Apalagi sepanjang aliran Cimanuk di Sukasenang, merupakan lahan sawah yang produktif.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Happy Mulya, mengatakan, baru mendapat info terjadinya abrasi di Desa Sukasenang.
Pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan survei ke lokasi.

"Nanti disurvei dulu ke lokasi. Kalau erosinya kecil bisa ditangani melalui Satker. Jika besar, harus dibikin DED dulu," katanya saat dihubungi. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved