Pembangunan Rumah Sakit Limbangan Batal Tahun Ini, Begini Penjelasan Wakil Bupati Garut

Pembangunan Rumah Sakit (RS) Limbangan yang direncanakan tahun ini harus ditunda. Lokasi RS Limbangan dinilai tidak sesuai dan akan dipindahkan.

Pembangunan Rumah Sakit Limbangan Batal Tahun Ini, Begini Penjelasan Wakil Bupati Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meninjau lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Limbangan, Selasa (4/2/2020). Lokasi RS Limbangan terpaksa dipindah ke lahan baru karena masalah biaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pembangunan Rumah Sakit (RS) Limbangan yang direncanakan tahun ini harus ditunda.

Lokasi RS Limbangan dinilai tidak sesuai dan akan dipindahkan.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan pemindahan lokasi itu dilakukan karena masalah biaya.

Di lokasi awal sudah dilakukan Feasibility Study (FS) dan Detail Enginering Desain (DED). Namun setelah hasil kajian selesai, ada biaya besar yang harus dikeluarkan.

"Rp 11 miliar buat cut and fill (pengolahan lahan) saja. Terlalu besar biaya yang harus dikeluarkan," ucap Helmi usai meninjau lokasi RS Limbangsn, Selasa (4/2/2020).

Kerap Memangsa Kambing Milik Warga, Disnakan KBB Ambil Sampel Kepala Anjing Hutan

Helmi memilih untuk memindahkan lokasi pembangunan RS Limbangan. Meski di lahan baru luasnya hanya 5000 meter. Hal itu dilakukan untuk menekan biaya pembangunan.

"Di lokasi awal memang lahannya luas. Sampai 1,3 hektare. Tapi tidak sesuai dengan anggaran kalau dipaksakan," ujarnya.

Menurutnya, untuk pembangunan RS Limbangan pihaknya telah mendapat bantuan sebesar Rp 15 miliar dari Pemprov Jabar. Anggaran dari provinsi pada tahun ini pun tidak bisa diserap.

"Kami akan komunikasi dengan Pemrov dulu. Kami minta anggaran pembangunan RS Limbangan dialihkan ke pembelian alkes (alat kesehatan) untuk RS Malangbong," katanya.

Begini Respon UPTD Pendidikan Kecamatan Cisayong Terkait Rusaknya Dua Ruang Kelas SD Cigorowong 3

Untuk pembangunan RS Limbangan, akan dianggarkan pada 2021. Pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan pembangunan RS Malangbong agar bisa segera beroperasional.

"Di RS Malangbong itu kami buat 50 tempat tidur. Baru tipe D tapi bisa ditingkatkan jika kebutuhannya bertambah," ujarnya.

Lokasi RS Limbangan yang ada dalam DED berada di Desa Limbangan Timur Kecamatan Limbangan. Lahan tersebut memang dimiliki Pemkab Garut.

"Kalau di lahan yang baru itu, biaya cut and fill hanya Rp 1 miliar. Lebih hemat dan biayanya bisa dipakai untuk beli alkes atau fasilitas lain," ucapnya. (firman wijaksana)


Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved