Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Cara Mencegah Virus Corona, Jangan Sampai Ketularan, Ini yang Harus Selalu Dilakukan

Novel coronavirus ( 2019-nCoV) atau virus corona bisa jadi menghantui publik di berbagai belahan dunia.

Editor: Widia Lestari
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi: Persebaran virus corona. (Foto: medscape.com/gisanddata.maps.arcgis.com) 

TRIBUNJABAR.ID - Novel coronavirus ( 2019-nCoV) atau virus corona bisa jadi menghantui publik di berbagai belahan dunia. Hal ini disebabkan penyebaran virus itu berlangsung secara cepat.

Awalnya, penyebaran virus ini terdeteksi di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019. Hal ini membuat warga setempat yang terinfeksi virus semakin bertambah.

Diketahui, virus corona ini menyerang sistem pernapasan manusia. Hal yang mengerikan, Novel coronavirus ini memiliki kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang parah daripada virus lainnya.

Seperti yang dimuat BBC Indonesia, dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan, hal paling berbahaya ketika virus tersebut merusak fungsi paru-paru.

Kondisi tersebut disebut sebagai pneumonia. Dalam hal ini, jaringan paru-paru akan terinfeksi atau mengalami peradangan akut.

 Perhatikan Gejala Virus Corona yang Berbahaya, Awalnya Batuk Pilek Biasa, Begini Cara Mencegahnya

"Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influenza tapi dia menyebabkan pneumonia," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, pada artikel di laman Alodokter yang ditinjau dr Tjin Willy, disebutkan bahwa pneumonia bisa dikenal dengan istilah paru-paru basah.

Dampak Virus Corona, sejumlah petugas melakukan pemeriksaan ketat di sejumlah wilayah di China
Dampak Virus Corona, sejumlah petugas melakukan pemeriksaan ketat di sejumlah wilayah di China (Hollywoodreporter.com)

Penyakit ini juga disebutkan memang disebabkan oleh virus atau bakteri, atau juga jamur.

Pneumonia memang berupa infeksi yang mengakibatkan salah satu atau kedua paru-paru mengalami peradangan pada kantong udaranya.

Disebutkan, pada kumpulan kantong-kantong udara kecil yang berada di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru, akan mengalami radang. Kemudian akan dipenuhi cairan atau nanah.

Biasanya, penderita pneumonia ini akan mengalami batuk berdahak, sesak napas, demam, atau menggigil.

Dilihat dari gejalanya memang sama seperti gejala virus corona. Seperti informasi yang dimuat Kementerian Kesehatan RI melalui akun Twitter, gejala virus corona tersebut antara lain demam, batuk, pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan.

Seperti yang banyak diberitakan, penyebaran virus corona ini terjadi melalui udara sehingga berbahaya jika terhirup lewat hidup dan mulut.

Terlebih penyebarannya terjadi secara cepat di China. Lebih dari 2000 orang sudah terinfeksi virus corona.

Tak hanya itu, saking bahayanya bahkan menelan korban jiwa. Hingga berita ini ditulis, terhitung ada 80 orang yang meninggal akibat terserang virus tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved