Jauh Sebelum Virus Corona, Ada Wabah Mengerikan Black Death, Sampai Kurangi 60 Persen Populasi Eropa

Menyebarnya infeksi virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah negara lain membuat masyarakat khawatir.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Wikimedia/Alamy via TribunStyle
Ilustrasi lukisan tahun 1348 tentang wabah Black Death. 

Bakteri tersebut terdapat dalam kutu di tikus hitam.

Ada beberapa pendapat mengenai asal muasal tikus yang membawa pes ini.

Terkait Virus Corona, Pemkab Bandung Barat Akan Data General Check Up Pekerja KCIC asal China

Sebagian berpendapat masuk lewat jalur sutra dari Tiongkok.

Sementara itu, ahli lain berpendapat, wabah pes ini muncul dari dekat Laut Kaspia, selatan Rusia.

Menurut laman TribunStyle, wabah black death ini bahkan dianggap sampai mengubah peradaban kesehatan di Eropa.

Pekerja bermasker melakukan kegiatan desinfeksi di area Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan, Rabu (22/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.
Pekerja bermasker melakukan kegiatan desinfeksi di area Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan, Rabu (22/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. (AFP/CHEN CHI-CHUAN via Kompas.com)

Menurut laman halodoc.com, ada beberapa gejala pada penyakit pes.

Gejala itu terbagi dalam beberapa jenisnya, misalnya adalah bubonic plague, pneumonic plague, dan septicemic plague.

Jika Pesawat Bawa Penumpang Terjangkit Virus Corona, Bandara Soetta Siapkan Parkir Khusus

Dalam bubonic plague, gejalanya adalah, demam dan menggigil, merasa tidak enak badan, sakit kepala, nyeri otot, kejang, pembengkakan pada kelenjar getah bening yang ditemukan di pangkal paha, namun dapat terjadi pada area ketiak atau leher, atau area yang terinfeksi.

Kemudian, dalam pneumonic plague gejalanya di antaranya adalah batuk parah, kesulitan bernapas dan sakit pada dada saat bernapas dalam-dalam, demam, dan dahak yang berbusa dan berdarah.

Lalu, dalam septicemic plague, ada beberapa gejala yang muncul, di antaranya adalah sakit perut, perdarahan akibat masalah pembekuan darah, diare, demam, mual, dan muntah.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved