Jauh Sebelum Virus Corona, Ada Wabah Mengerikan Black Death, Sampai Kurangi 60 Persen Populasi Eropa
Menyebarnya infeksi virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah negara lain membuat masyarakat khawatir.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Bakteri tersebut terdapat dalam kutu di tikus hitam.
Ada beberapa pendapat mengenai asal muasal tikus yang membawa pes ini.
• Terkait Virus Corona, Pemkab Bandung Barat Akan Data General Check Up Pekerja KCIC asal China
Sebagian berpendapat masuk lewat jalur sutra dari Tiongkok.
Sementara itu, ahli lain berpendapat, wabah pes ini muncul dari dekat Laut Kaspia, selatan Rusia.
Menurut laman TribunStyle, wabah black death ini bahkan dianggap sampai mengubah peradaban kesehatan di Eropa.

Menurut laman halodoc.com, ada beberapa gejala pada penyakit pes.
Gejala itu terbagi dalam beberapa jenisnya, misalnya adalah bubonic plague, pneumonic plague, dan septicemic plague.
• Jika Pesawat Bawa Penumpang Terjangkit Virus Corona, Bandara Soetta Siapkan Parkir Khusus
Dalam bubonic plague, gejalanya adalah, demam dan menggigil, merasa tidak enak badan, sakit kepala, nyeri otot, kejang, pembengkakan pada kelenjar getah bening yang ditemukan di pangkal paha, namun dapat terjadi pada area ketiak atau leher, atau area yang terinfeksi.
Kemudian, dalam pneumonic plague gejalanya di antaranya adalah batuk parah, kesulitan bernapas dan sakit pada dada saat bernapas dalam-dalam, demam, dan dahak yang berbusa dan berdarah.
Lalu, dalam septicemic plague, ada beberapa gejala yang muncul, di antaranya adalah sakit perut, perdarahan akibat masalah pembekuan darah, diare, demam, mual, dan muntah.