Jauh Sebelum Virus Corona, Ada Wabah Mengerikan Black Death, Sampai Kurangi 60 Persen Populasi Eropa

Menyebarnya infeksi virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah negara lain membuat masyarakat khawatir.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Wikimedia/Alamy via TribunStyle
Ilustrasi lukisan tahun 1348 tentang wabah Black Death. 

TRIBUNJABAR.ID - Menyebarnya infeksi virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah negara lain membuat masyarakat khawatir.

Kini, tak sedikit yang waswas merebaknya virus corona ini bakal menyerupai kejadian wabah black death.

Misalnya, seorang warganet di platform Quora bertanya, "Apakah Corona Virus akan berbahaya seperti Black Death?".

Pendiri Microsoft, Bill Gates pernah memprediksi, ancaman virus adalah ancaman ketiga terbesar di dunia setelah iklim dan perang nuklir.

Ia bahkan menyamakan wabah corona saat ini dengan wabah flu pada 1918.

Wabah tersebut telah menewaskan jutaan penduduk bumi.

Bill Gates, dikutip TribunJabar.id dari Business Insider, Senin (27/1/2020), memperingatkan agar dunia menyiapkan terkait wabah itu seperti mempersiapkan antisipasi perang.

Unggahan Foto Andien di Hong Kong Saat Maraknya Virus Corona Bikin Heboh Netizen, Ini Klarifikasinya

Sementara itu, dalam tulisannya di laman UnHerd, seorang penulis sains, Tom Chivers berpendapat ancaman virus corona tidak akan menjadi wabah black death selanjutnya.

Dalam tulisannya tersebut, ia membandingkan dampak yang ditimbulkan dari serangan virus corona kali ini dengan wabah yang sebelumnya pernah terjadi.

Ia juga memaparkan kinerja beberapa lembaga kesehatan terkait.

Korban Virus Corona Menggigil hingga Kejang-Kejang di Wuhan Cina .
Korban Virus Corona Menggigil hingga Kejang-Kejang di Wuhan Cina . (Daily Mail)

Lantas, apa itu sebenarnya wabah black death?

Menurut laman Historia.id, wabah black death ini terjadi sekitar abad ke-14.

Wabah ini telah membunuh 50 juta orang atau mengurangi 60 persen populasi di Eropa.

Black death berasal dari penyakit pes yang dibawa oleh tikus.

Lebih detilnya, pes disebabkan bakteri bernama yersinia pestis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved