Jauh Sebelum Virus Corona, Ada Wabah Mengerikan Black Death, Sampai Kurangi 60 Persen Populasi Eropa
Menyebarnya infeksi virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah negara lain membuat masyarakat khawatir.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
TRIBUNJABAR.ID - Menyebarnya infeksi virus corona dari Wuhan, China ke sejumlah negara lain membuat masyarakat khawatir.
Kini, tak sedikit yang waswas merebaknya virus corona ini bakal menyerupai kejadian wabah black death.
Misalnya, seorang warganet di platform Quora bertanya, "Apakah Corona Virus akan berbahaya seperti Black Death?".
Pendiri Microsoft, Bill Gates pernah memprediksi, ancaman virus adalah ancaman ketiga terbesar di dunia setelah iklim dan perang nuklir.
Ia bahkan menyamakan wabah corona saat ini dengan wabah flu pada 1918.
Wabah tersebut telah menewaskan jutaan penduduk bumi.
Bill Gates, dikutip TribunJabar.id dari Business Insider, Senin (27/1/2020), memperingatkan agar dunia menyiapkan terkait wabah itu seperti mempersiapkan antisipasi perang.
• Unggahan Foto Andien di Hong Kong Saat Maraknya Virus Corona Bikin Heboh Netizen, Ini Klarifikasinya
Sementara itu, dalam tulisannya di laman UnHerd, seorang penulis sains, Tom Chivers berpendapat ancaman virus corona tidak akan menjadi wabah black death selanjutnya.
Dalam tulisannya tersebut, ia membandingkan dampak yang ditimbulkan dari serangan virus corona kali ini dengan wabah yang sebelumnya pernah terjadi.
Ia juga memaparkan kinerja beberapa lembaga kesehatan terkait.

Lantas, apa itu sebenarnya wabah black death?
Menurut laman Historia.id, wabah black death ini terjadi sekitar abad ke-14.
Wabah ini telah membunuh 50 juta orang atau mengurangi 60 persen populasi di Eropa.
Black death berasal dari penyakit pes yang dibawa oleh tikus.
Lebih detilnya, pes disebabkan bakteri bernama yersinia pestis.
Bakteri tersebut terdapat dalam kutu di tikus hitam.
Ada beberapa pendapat mengenai asal muasal tikus yang membawa pes ini.
• Terkait Virus Corona, Pemkab Bandung Barat Akan Data General Check Up Pekerja KCIC asal China
Sebagian berpendapat masuk lewat jalur sutra dari Tiongkok.
Sementara itu, ahli lain berpendapat, wabah pes ini muncul dari dekat Laut Kaspia, selatan Rusia.
Menurut laman TribunStyle, wabah black death ini bahkan dianggap sampai mengubah peradaban kesehatan di Eropa.

Menurut laman halodoc.com, ada beberapa gejala pada penyakit pes.
Gejala itu terbagi dalam beberapa jenisnya, misalnya adalah bubonic plague, pneumonic plague, dan septicemic plague.
• Jika Pesawat Bawa Penumpang Terjangkit Virus Corona, Bandara Soetta Siapkan Parkir Khusus
Dalam bubonic plague, gejalanya adalah, demam dan menggigil, merasa tidak enak badan, sakit kepala, nyeri otot, kejang, pembengkakan pada kelenjar getah bening yang ditemukan di pangkal paha, namun dapat terjadi pada area ketiak atau leher, atau area yang terinfeksi.
Kemudian, dalam pneumonic plague gejalanya di antaranya adalah batuk parah, kesulitan bernapas dan sakit pada dada saat bernapas dalam-dalam, demam, dan dahak yang berbusa dan berdarah.
Lalu, dalam septicemic plague, ada beberapa gejala yang muncul, di antaranya adalah sakit perut, perdarahan akibat masalah pembekuan darah, diare, demam, mual, dan muntah.