Kasus Dugaan Penganiayaan di Pesantren, Polres Cimahi Lakukan Olah TKP

Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi tengah mendalami dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh guru terhadap santri di salah satu

Kasus Dugaan Penganiayaan di Pesantren, Polres Cimahi Lakukan Olah TKP
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi tengah mendalami dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh guru terhadap santri di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Dugaan penganiayaan itu menimpa MDZ (17) yang merupakan siswa kelas XII, warga Jalan Trisula, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga dia mengalami luka pada kedua telinganya setelah dijewer sambil didorong-dorong.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro, mengatakan bahwa untuk mendalami dugaan penganiayaan ini, pihaknya mengumpulkan bahan keterangan dan olah TKP di pesantren tersebut.

"Kami telah menerima laporan terkait kejadian diduga penganiayaan seorang guru kepada muridnya di sebuah pesantren di daerah Margaasih, Kabupaten Bandung," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (24/1/2020).

Sunda Empire, Hasil Sementara Penyelidikan Polisi Seperti Ini

Aksi dugaan penganiayaan tersebut terekam CCTV. Dalam relaman CCTV itu, terlihat MDZ yang saat itu tidak mengenakan baju, kedua telinganya dijewer beberapa kali oleh guru sambil didorong-dorong.

Sementara beberapa orang yang berada di lokasi kejadian hanya melihat dugaan tindakan penganiayaan itu hingga akhirnya siswa itu meninggalkan lokasi kejadian.

"Saat ini, Satreskrim Polres Cimahi dalam hal ini Unit PPA sedang melaksanakan proses penyelidikan terhadap kasus ini. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan kembali," kata Yohannes.

Dugaan sementara, kata Yohannes, korban melakukan kesalahan atau melanggar aturan yang ada di internal pesantren, namun guru melakukan penindakan di luar batas kewajaran.

Kemudian keluarga korban tidak terima dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah mempelajari rekaman CCTV terkait adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang guru terhadap muridnya tersebut.

"Sekilas memang ada tindakan dari pihak guru terhadap korban, tapi belum bisa kami simpulkan. Kami masih dalami, secara garis besar bahwa korban merupakan santri dari pesantren itu," ucapnya.

Pergeseran Tanah, Dinding Rumah Warga Cibungur Sumedang Retak-retak

Anak Diduga Dianiaya, Orang Tua Laporkan Guru Pesantren ke Polres Cimahi

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved