Hati-hati, Ular Welang Ternyata Menularkan Virus Corona ke Manusia, Riset Terbaru Menunjukkan

Hal itu berarti pertama kali reptil ini menjadi reservoar hewan yang menularkan virus mematikan itu

Wikimedia Commons via Kompas.com
ular welang 

Selain itu, analisis peneliti menentukan kombinasi homolog dalam lonjakan glikoprotein mengikat reseptor, yang dapat menentukan penularan lintas spesies dari ular ke manusia.

Dua jenis ular, yang digunakan dalam analisis ini adalah Bungarus multicinctus (welang) dan Naja atra (kobra China).

Kuliner Kelelawar atau Codot Goreng di Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta
Kuliner Kelelawar atau Codot Goreng di Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta (Kompas.com/Markus Yuwono)

Berawal dari Kelelawar
Namun, bagaimana virus ditangani dengan inang reptil berdarah dingin (suhunya sama dengan lingkungan) dan mamalia yang berdarah panas (memiliki suhu tubuh berbeda dengan lingkungan) masih menjadi misteri.

Peneliti berhipotesa, ular itu virus tertular dari kelelawar di pasar makanan tempat kedua hewan itu dijual. Di alam, ular juga mengonsumsi kelelawar.

Sekalipun sudah ada analisis genetik terbaru ini, namun masih diperlukan verifikasi forensik untuk memastikan memang ular yang ditemukan di Pasar Pusat Pangan Laut Wuhan menyediakan sumber virus korona baru ini.

Mencari urutan 2019-nCoV pada ular yang dijual di pasar ini menjadi hal yang harus dilakukan. 
Namun, sejak ada wabah virus korona baru, pasar di Wuhan ini telah ditutup dan didesinfeksi, yang membuat peneliti sulit untuk menelusuri hewan sumber penularan virus baru. Sampai saat ini Pemerintah China belum secara resmi menyebut sumber virus ini.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggelar pertemuan membahas status virus baru pada Rabu lalu.

Seusai pertemuan itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, ia membutuhkan lebih banyak informasi mengenai virus baru dan menyebarkannya sebelum dapat menyetujui wabah itu merupakan darurat kesehatan global.

Beberapa pasien yang terinfeksi dirawat di RS Jinyintan, Wuhan
Beberapa pasien yang terinfeksi dirawat di RS Jinyintan, Wuhan (SCMP/Jun Mai)

“Ini adalah tantangan yang berkembang dan kompleks. Keputusan tentang perlu atau tidak, darurat, internasional, diambil dengan sangat serius, Keputusan ini hanya saya siapkan dengan persetujuan yang tepat,” kata Ghebreyesus. Rapat darurat bertemu lagi dalam waktu dekat.

Perkembangan terbaru, virus korona baru ini telah menginfeksi sebanyak 444 orang di Provinsi Hubei saja dan jumlah korban telah meningkat dari 9 menjadi 17 orang.

Kota-kota besar, termasuk Beijing, Shanghai, dan Chongqing juga memiliki pelaporan kasus-kasus, juga provinsi-provinsi di Tiongkok timur laut, tengah, dan selatan.

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved