Musim Hujan, Kualitas Tembakau Menurun, Harga Ikut Turun
Tak hanya waktu penjemuran yang jauh lebih lama, selama musim hujan, para petani tembakau di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tak hanya waktu penjemuran yang jauh lebih lama, selama musim hujan, para petani tembakau di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pun menghadapi hambatan lain.
Harga jual tembakau yang telah diolah dan dikeringkan menurun drastis dibandingkan saat musim kemarau.
Hal ini disampaikan Enong (60), salah seorang petani tembakau, saat ditemui di tempat penjemuran tembakau, Sabtu (18/1/2020).
"Sekarang harganya jadi turun, pengaruh kualitas juga," ujar Enong.
• Begal Payudara di Bekasi Beraksi 5 Kali, Gara-gara Tak Bisa Tahan Hawa Nafsu
Enong mengatakan, bila sebelumnya harga tembakau kering mencapai Rp 70 ribu per kilogram, kini harga merosot hingga Rp 60 ribu per kilogram bahkan kurang.
Untuk tembakau kualitas buruk, seperti tembakau gagal yang berwarna hitam, harganya bahkan menjadi hanya Rp 20 ribu per kilogram.
"Pokoknya saya itu bisa sekali menjual 60 ikat, per ikatnya lima kilogram, coba bayangkan penurunannya," ujar Enong.
Enong berharap harga tembakau bisa kembali seperti semula agar para petani tidak terlalu tercekik dengan harga rendah.
• Dua Kelompok Pemuda di Sumedang Saling Bacok, Berdarah-darah, Pelaku Kini Meringkuk di Kantor Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wida-menjemur-tembakau-petani-tembakau.jpg)