Peledakan Proyek Terowongan KCIC di Gunung Bohong Bisa Dilanjutkan, Tapi Ada Syaratnya

Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah selesai mengkaji lokasi proyek pembangunan terowongan Kereta Cepa

Peledakan Proyek Terowongan KCIC di Gunung Bohong Bisa Dilanjutkan, Tapi Ada Syaratnya
ISTIMEWA
Proyek terowongan KCIC di Gunung Bohong 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Tim Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah selesai mengkaji lokasi proyek pembangunan terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

Kajian tersebut di antaranya dengan melakukan uji coba peledakan atau blasting di Gunung Bohong, tepatnya di dekat rumah warga Kompleks Tipar Silih Asih, RT 4/13, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Menurut Koordinator Pekerja dari LAPI ITB, Ganda Simangunsong, berdasarkan hasil kajian yang sudah dilakukan, proyek pembangunan terowongan KCIC bisa dilanjutkan dengan menggunakan sistem blasting.

"Namun ada syarat yang harus dilaksanakan PT KCIC, seperti kalau jaraknya dekat (rumah) harus menggunakan bahan peledak yang lemah, kalau jauh bisa yang besar," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (17/1/2020).

Selain Rumah Retak, Proyek KCIC di Kampung Dangdeur KBB Diduga Menyebabkan Tanah Ambles

Seorang warga menunjukkan dinding rumahnya yang retak karena pengeboman proyek kereta cepat.
Seorang warga menunjukkan dinding rumahnya yang retak karena pengeboman proyek kereta cepat. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Selain itu, kata dia, yang paling penting pihak KCIC harus mengontrol jumlah bahan peledak yang akan digunakan pada saat melakukan satu kali peledakan di Gunung Bohong.

"Yang paling penting (agar aman) berapa banyak bahan peledak yang akan digunakan dalam satu kali peledakan," kata Ganda.

Ia mengatakan, hasil kajian langsung disosialisasikan ke warga yang sebelumnya terdampak peledakan proyek tersebut. Dalam hal ini pihaknya menyampaikan design peledakan yang aman untuk warga.

"Mereka menerima, tapi ada beberapa hal non teknis yang disampaikan warga. Nanti bakal ada sosialiasi dari KCIC, kalau kajian kami sudah selesai," ucapnya.

Koordinator warga Kompleks Tipar Silih Asih, Didik Setyobudi (52), mengatakan bahwa pihaknya masih harus mendiskusikan lagi dengan warga lain untuk menerima hasil kajian tersebut.

"Karena dari sosialisasi tadi, tidak ada penjelasan rinci terkait Analisis Menganai Dampak Lingkungan (AMDAL) apakah berbahaya atau tidak," katanya.

Puluhan Rumah Warga Kampung Dangdeur KBB Retak, Diduga Akibat Peledakan Proyek Terowongan KCIC

Pihaknya menginginkan, peledakan yang nantinya dilakukan PT KCIC, tidak kembali menyebabkan kerusakan rumah warga, apalagi ada dampak yang lain seperti longsor batu.

Diberitakan sebelumnya, akibat adanya peledakan sebelum dilakukan kajian, ratusan rumah warga retak-retak, bahkan jika peledakan dilanjutkan, warga khawatir rumahnya ambruk.

Warga di RT 4 merupakan wilayah yang paling dekat dekat dengan lokasi pengeboman terowongan dengan jarak hanya 750 meter, sehingga dampaknya sangat dirasakan oleh ratusan warga.

VIDEO Bangunan Sekolah Rata Gara-gara Proyek KCIC, Ratusan Murid SDN 1 Malangnengah Pindah

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved