Wabah DBD Mulai Menjangkit Warga Purwakarta, Satu Warga Darangdan Meninggal

Menurut penuturannya, sebelum meninggal dunia, putranya mengalami demam tinggi. Kemudian, dia membawa anaknya itu ke klinik di Darangdan.

Wabah DBD Mulai Menjangkit Warga Purwakarta, Satu Warga Darangdan Meninggal
Pixabay
ilustrasi nyamuk penyebab DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang anak bernama Mubamad Nazwar Alamin (14), warga Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, meninggal dunia usai terjangkit demam berdarah dengue (DBD) pada Sabtu (4/1/2020).

Sekdes Linggamukti yang sekaligus ayah dari korban, Udus Sutisna, membenarkan kejadian tersebut.

Menurut penuturannya, sebelum meninggal dunia, putranya mengalami demam tinggi. Kemudian, dia membawa anaknya itu ke klinik di Darangdan.

"Pihak klinik menyarankan anak saya dibawa ke puskesmas setempat. Karena kondisi anak tak kunjung membaik, puskesmas pun sarankan membawa ke rumah sakit," ujar Udus saat ditemui di kantor Desa Linggamukti, Selasa (14/1/2020).

Sebulan Dirawat di RSJ Bogor, Puluhan Penderita Gangguan Jiwa Pulang ke Majalengka

Segala upaya telah dilakukan Udus untuk kesembuhan anaknya itu. Namun apa dikata takdir berkehendak lain, pada Sabtu (4/1/2020) anak yang akrab disapa Nazar itu tutup usia di rumah sakit.

Berdasarkan pantauan di Puskesmas Darangdan, sejumlah ruangan instalasi gawat darurat (IGD) hampir dipenuhi pasien yang diduga mengidap penyakit DBD.

Seorang pasien bernama Eman Suherman (49), warga Kampung Karang Kencana RT 1/1, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, mengaku dirinya merasa mual, meriang, hingga sakit tulang seluruh tubuhnya.

"Iya saya periksa ke sini katanya terserang DBD," ujarnya di lokasi.

Eman tak sendirian. Ada pasien lainnya yang terkulai lemas yakni Muhamad Aiman (12) warga Kampung Depok RT 13/5, Desa Depok, Purwakarta, alami penyakit serupa.

Warga Kecamatan Darangdan Meninggal Akibat DBD, Ini Kata Dinkes Purwakarta

"Sudah dua hari anak saya dirawat di sini. Panasnya tinggi dan harus dapat perawatan terus," ujar Siti Aisah (40) ibu Aiman.

Tempat sama, Kepala Puskesmas Darangdan, Karso menyebut banyak pasien yang datang karena terserang DBD.

"Iya diagnosa sementara penyakit DBD di Darangdan cenderung naik. Tapi, kami coba tanggulangi memutus mata rantai penyebaran akibat nyamuk aedes aegipty," ujarnya.

Pihaknya juga, lanjut Karso, telah melakukan foging dan sosialisasi ke pemerintah desa untuk memberantas sarang nyamuk di tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Pemasangan Patok PT KAI di Jatingangor Bukan Pertama Kali, Kepastian Reaktivasi Belum Jelas

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved