Pemasangan Patok PT KAI di Jatingangor Bukan Pertama Kali, Kepastian Reaktivasi Belum Jelas

Hal tersebut disampaikan Didin (60), petani di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, ketika ditemui Tribun Jabar di sawahnya, Selasa (14/1/2020).

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Patok PT KAI sudah dipasang di jalur kereta api Tanjungsari-Jatinangor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemasangan patok batas tanah PT KAI di Kabupaten Sumedang bukan kali pertama.

Sebelumnya, beberapa tahun lalu, sudah beberapa kali pemasangan patok dilakukan di sekitar jalur kereta api lama.

Hal tersebut disampaikan Didin (60), petani di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, ketika ditemui Tribun Jabar di sawahnya, Selasa (14/1/2020).

"Kan patoknya yang sekarang mah dari coran, dulu mah pernah dari besi, dari paralon," ujar Didin.

Akhir Januari, PT KAI Akan Uji Coba Kereta Api Jalur Cibatu-Garut

Pemasangan patok yang baru sendiri, Didin mengatakan, berbeda tempat dengan pemasangan patok beberapa tahun lalu.

Didin mengaku, isu reaktivasi jalur kereta api lama ini bukanlah isu baru di kalangan masyarakat.

Isu ini, lanjutnya, sudah beberapa kali terdengar, terutama saat pemasangan patok-patok batas tanah PT KAI.

"Tapi sampai sekarang tidak ada ternyata, tidak ada kejelasan juga itu (reaktivasi) kapan," ujarnya.

Buntut Pemasangan Patok PT KAI di Jatinangor, Petani Mengaku Sawah Miliknya Kena Patok

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved