Khawatir Ada yang Minta Bayaran, Basarnas Tegaskan Evakuasi dan Tolong Korban Bencana adalah Gratis

Basarnas menyatakan dalam pelaksanaan evakuasi dan pertolongan terhadap korban bencana, Basarnas tidak memungut biaya sepeser pun kepada masyarakat

Dok.Tribun Jabar
Humas Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau yang akrab disebut Basarnas menyatakan dalam pelaksanaan evakuasi dan pertolongan terhadap korban bencana, Basarnas tidak memungut biaya sepeser pun kepada masyarakat yang ditolongnya.

Humas Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, mengatakan apabila ada oknum petugasnya yang meminta bayaran dari upaya pertolongan, warga diharap melaporkannya kepada Basarnas.

"Harap segera laporkan kepada kami. Kami tidak menerima bayaran dari warga yang sudah kami bantu. Evakuasi korban dalam penanggulangan bencana sudah menjadi tugas pokok dan fungsi dari Basarnas," kata Joshua melalui ponsel, Jumat (3/1/2020).

Seminggu Mencari, Basarnas Hentikan Pencarian Anak Hilang di Hutan Perbatasan Cianjur-Bandung Barat

Petugas Puskesmas Pakai Perahu Keliling Datangi Korban Banjir di Bekasi

Joshua mengatakan pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar jangan sungkan melaporkan bila ada kejadian yang kondisinya membahayakan manusia. Pihaknya akan segera menolong dan pelayanan ini gratis.

"Adapun call center Basarnas yang siap sedia 24 jam, bisa dihubungi melalui nomor 115 (bebas pulsa). Akan tetapi masyarakat diharapkan bijaksana dalam penggunaannya," katanya.

Joshua menuturkan pihaknya berharap masyarakat Indonesia tidak khawatir dan tidak enggan melaporkan setiap kejadian, baik yang berkaitan dengan kondisi membahayakan manusia, kecelakaan transportasi, maupun penanggulangan bencana.

"Sehingga response time dalam penanganan korban semakin cepat," ujar Joshua yang juga merangkap sebagai Analis SAR ini.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, Deden Ridwansah, mengatakan pihaknya memberangkatkan tiga tim rescue untuk ikut serta dalam penanganan bencana banjir yang melanda utara Pulau Jawa. Satu tim rescue beranggotakan lima personel, sehingga jumlah kekuatan sebanyak 15 personel rescue.

"Dalam rangka menambah kekuatan, dan mempercepat evakuasi terhadap korban banjir di daerah Jabodetabek khususnya daerah Bekasi, Kantor SAR Bandung telah berkoordinasi dengan pihak Kantor SAR Jakarta untuk memberikan bantuan personil sebanyak tiga tim," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Deden Ridwansah melalui ponsel, Kamis (2/1).

Tiga tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung terbagi menjadi tim 31, 32, dan 33, yang tergabung di regu B penanganan evakuasi bencana di Bekasi, khususnya daerah Bekasi Utara.

"Diharapkan dengan perbantuan personel untuk bencana banjir wilayah Jabodetabek ini dapat memberikan penanganan yang lebih cepat bagi masyarakat yang membutuhkan evakuasi," kata Deden.

Sebanyak 15 kekuatan personil ini dilengkapi dengan tiga perahu karet, rescue truck, personil truck, rescue compartment dan rescue car.

"Secara wilayah, Bekasi dan Bogor merupakan wilayah Jawa Barat namun secara wilayah kerja, daerah Bogor dan Bekasi merupakan wilayah kerja Kantor SAR Jakarta, sehingga koordinator dari penanganan bencana Banjir ini dibawah arahan pihak Kantor SAR Jakarta, kami ikut serta sebagai perbantuan dalam rangka meningkatkan responsivitas dan evakuasi SAR yang maksimal," tutur Deden. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved