Bagaimana Peta Bisnis Tahun 2020? Ini Prediksi yang Dipaparkan Sharing Vision
Tahun 2019 perkembangan bisnis Tanah Air dipenuhi hadirnya ratusan startup baru serta banyaknya transformasi bisnis luring ke daring terus bergerak
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahun 2019 perkembangan bisnis Tanah Air dipenuhi dengan hadirnya ratusan startup baru serta banyaknya transformasi bisnis luring ke daring yang terus bergerak.
Lalu bagaimana dengan peta dan peluang bisnis tahun 2020?
Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Bandung memprediksi tren teknologi informasi komunikasi (TIK) 2020 di Indonesia akan mengerucut ke Internet of Things (IoT), layanan maha data/big data, dan tingkat keamanan TIK.
• Untuk Akselerasi Laju Pertumbuhan Bisnis, Bank bjb Sepakati 4 Paket Kerja Sama dengan Perum Bulog
• Dongkrak Bisnis UMKM dan Perorangan, Mekari Tawarkan Platform Cloud
Menurut Nur Islami Javad, Chief Digital E-Commerce Fintech (DEF) Sharing Vision, IoT akan semakin kian meluas menjadi Internet of People and Thing, atau makin banyaknya perubahan sistem dari digital menjadi phydigital/physical digital.
“Kita berdiri di tepi revolusi teknologi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja, dan bagaimana berhubungan satu sama lain. Phydigital adalah perpaduan teknologi yang mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologis,” kata Jeff, sapaan Nur Islami Javad, di Jalan Badak singa, Selasa (24/12/2019).
Apapun yang dibutuhkan masyarakat, menurut Jeff, saat ini bisa diakses sekaligus dipenuhi secara daring dan bisa langsung diantarkan secara fisik sampai ke depan rumah.
Internet of People and Thing kian membumikan layanan internet di masyarakat Indonesia. Karenanya, kata dia, digitalisasi proses, fungsi, dan model bisnis akan makin meluas tahun depan.
Transformasi bisnis dari konsep konvensional menjadi virtual, meliputi proses transaksi dan penerapan sistem perusahaan, makin mudah ditemukan.
Menurut dia, mereka yang menjadi pemenang adalah yang bisa menggabungkan ekosistem people dan thing dalam suatu rantai nilai bermanfaat.
Pemenang adalah mereka yang mampu menggabungkan jalur informasi, jalur barang, jalur jasa, dan jalur transaksi sekaligus.
“Contohnya ketika minat pembelian online tiket bioskop dan belanja groseri meningkat terus belakangan ini, maka transfer dana menjadi metode pembayaran favorit. Setelah transfer, pembayaran e-money milik marketplace juga favorit masyarakat,” katanya.
Go-Jek adalah contoh konkrit yang mampu mengakomodir minat pembelian daring dengan menyediakan pembayaran menggunakan QR Code di lebih dari 20 ribu merchant.
Hasilnya, QR Code berkontribusi 50 persen pada gross transaction value dari GoPay sebesar 6,3 miliar dolar.
Untuk big data, kata Jeff, penerapannya makin mudah ditemukan pada 2020.