Novel Baswedan Bicara Soal KPK dan Sentil soal Teror terhadap Dirinya di Konferensi Antikorupsi PBB

Novel Baswedan berbicara soal capaian KPK hingga perlindungan pegawai KPK dalam Konferensi Antikorupsi PBB di Abu Dhabi

Dokumentasi Humas KPK via Kompas.com
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan berbicara soal capaian KPK hingga perlindungan pegawai lembaga antikorupsi dalam kegiatan Conference of the States Parties to The United Nations Convention Against Corruption ( Konferensi Antikorupsi PBB) di Abu Dhabi, Senin (16/12/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Novel Baswedan, sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), berbicara soal capaian KPK hingga perlindungan pegawai lembaga antikorupsi dalam kegiatan Conference of The States Parties to The United Nations Convention Against Corruption ( Konferensi Antikorupsi PBB) di Abu Dhabi, Senin (16/12/2019).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikutip dari Kompas.com, mengatakan, Novel menjadi pembicara tamu pada sesi tentang perlindungan bagi jajaran lembaga antikorupsi.

"Sebagai pembicara kedua sekaligus pembicara tamu khusus, Novel Baswedan menyampaikan beberapa hal kesuksesan Indonesia, KPK dalam memberantas korupsi," kata Febri dalam keterangan pers, Selasa (17/12/2019).

Kata Jokowi, Ada Temuan Baru Soal Kasus Novel Baswedan, Menuju ke Kesimpulan

Presiden Joko Widodo mengingatkan nasabah pinjaman Program Mekaar di Subang tak menggunakan uang pinjaman untuk membeli baju dan lipstik.
Presiden Joko Widodo mengingatkan nasabah pinjaman Program Mekaar di Subang tak menggunakan uang pinjaman untuk membeli baju dan lipstik. (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Novel Baswedan menyampaikan, KPK mampu mendorong peningkatan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) menjadi 38.

"Dia menjelaskan keberadaan KPK menaikkan skor Indeks Persepsi Korupsi dari 17 menjadi 38, dan menurut data TI (Transparency International), kenaikan ini terbaik," kata Febri.

Novel, kata Febri, juga menjelaskan bahwa selama dia bertugas sebagai kasatgas penyidik di KPK, 197 orang tersangka divonis bersalah oleh pengadilan dan selanjutnya dieksekusi ke penjara.

"Termasuk Ketua MK, Ketua DPR, 3 menteri, 6 gubernur, 72 anggota DPR/DPRD, 18 bupati dan wali kota, 2 jenderal polisi, 4 hakim, 3 jaksa," kata dia.

Komnas HAM Bakal Surati dan Tagih Janji Polri Soal Penyelesaian Kasus Novel Baswedan

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

Menurut Febri, Novel juga menyampaikan bahwa kasus-kasus yang ditangani tersebut membuatnya mengalami teror, seperti hampir ditabrak motor dan mobil hingga disiram air keras yang membuat kedua matanya nyaris buta.

Novel juga menyatakan, kasus penyiraman air keras terhadap dirinya masih belum terungkap selama 979 hari sejak ia diserang.

Menurut Febri, Novel berpesan kepada jajaran lembaga antikorupsi manapun untuk menyadari soal risiko besar yang dihadapi ketika menangani kejahatan korupsi.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved