Penyiraman Air Keras Dituduh Rekayasa, Novel Baswedan Sebut Dewi Tanjung Hina 5 Rumah Sakit Besar

Tuduhan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sebagai rekayasa dari politisi PDIP Dewi Tanjung, adalah penghinaan kepada rumah sakit yang menan

Penyiraman Air Keras Dituduh Rekayasa, Novel Baswedan Sebut Dewi Tanjung Hina 5 Rumah Sakit Besar
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Novel Baswedan 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tuduhan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sebagai rekayasa dari politisi PDIP Dewi Tanjung, adalah penghinaan kepada rumah sakit yang menangani Novel Baswedan.

Hal itu disampaikan penyidik senior KPK Novel Baswedan saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Kejadian penyiraman air keras oleh orang tak dikenal itu terjadi pada 11 April 2017.

"Saya enggak ngerti yang mau dihina oleh dia itu siapa. Apakah dia ingin menghina rumah sakit besar. Tiga rumah sakit besar di Indonesia, dua rumah sakit di Singapura," ujar Novel Baswedan di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Ada Tudingan Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Rekayasa, Haris Azhar: Upaya Mengaburkan Kasus

Novel Baswedan mengatakan, tuduhan yang dilontarkan Dewi Tanjung tak berdasar. Malah cenderung lucu dan aneh.

Ia juga mempertanyakan laporan tersebut apakah bertujuan untuk menghina polisi yang tengah menginvestigasi kasusnya.

Termasuk terhadap Komnas HAM yang tengah melakukan pemeriksaan.

"Apakah dia mau menghina para tokoh yang bertemu saya dan melihat keadaan saya. Saya kira omongan dia enggak penting buat saya respon dan dijawab," tegasnya.

Sementara itu, terkait penuntasan kasusnya itu, ia menyerahkan sepenuhnya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Jokowi sudah tiga kali kasih deadline, ya kita tunggu saja, kita lihat," katanya.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved