Rabu, 20 Mei 2026

Terpopuler

Garam Ternyata Tak Bisa Usir Ular, Panji Petualang Buktikan Lewat Eksperimen Ini

Panji Petualang bahkan ikut turut tangan untuk melakukan penyelamatan karena teror ular kobra itu masuk ke wilayah permukiman warga.

Tayang:
Editor: Yongky Yulius
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Warga Perumahan Royal Citayam Residen, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor dibuat geger dengan ditemukannya puluhan anak ular kobra. 

Salah satu penyebab populasi manusia jadi banyak adalah karena tak ada predator yang memburu manusia.

Semakin lama, manusia membutuhkan tempat untuk tinggal.

Manusia pun, lanjut Panji, membuka lahan untuk tinggal.

Tak hanya itu, manusia juga membuka lahan untuk kepentingan tertentu seperti jalan, industri, dan lain sebagainya.

Pembukaan lahan tersebut, menurut Panji, tentu menganggu ekosistem yang ada.

Ular kobra dewasa sepanjang 2 meter yang ditangkap penjaja nasi goreng di Kampung Poncol Jaya, Jakasampurna, Bekasi Barat dievakuasi pemadam kebakaran Kota Bekasi, Kamis (12/12/2019).
Ular kobra dewasa sepanjang 2 meter yang ditangkap penjaja nasi goreng di Kampung Poncol Jaya, Jakasampurna, Bekasi Barat dievakuasi pemadam kebakaran Kota Bekasi, Kamis (12/12/2019). (Dok. Damkar Kota Bekasi)

Rumah bagi para hewan akhirnya tergusur oleh pembukaan lahan manusia.

"Hewan tersebut pontang-panting ke sana ke mari mencari rumah baru untuk mereka. Ketika terciduk ditemukan manusia, manusia akan membunuhnya, manusia menganggap mereka adalah hewan berbahaya," ujar Panji Petualang.

Dia menjelaskan, kerusakan habitat itulah yang menjadi faktor utama mengapa ular masuk ke permukiman.

Lalu ada juga faktor lain.

 Detik-detik Ular King Kobra Raksasa Telan Piton, Berdesis Tak Mau Diganggu, Perut Kembang Kempis

Faktor lain ular masuk ke permukiman adalah karena kerap ditemukan tikus di sekitar rumah-rumah warga.

Tikus adalah makanan pokok dan makanan yang paling disukai oleh ular.

Beberapa kobra dan jenis ular lainnya menyukai tikus.

"(Akhirnya) mereka masuk ke permukiman untuk memburu tikus," kata Panji.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved