Terungkap, Ini Awal Mula Penemuan Motor Harley di Pesawat Garuda yang Seret Dirut Garuda Ari Askhara

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang videonya diunggah di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (10/12/2019).

Terungkap, Ini Awal Mula Penemuan Motor Harley di Pesawat Garuda yang Seret Dirut Garuda Ari Askhara
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea dan Cukai, Syarif Hidayat menceritakan kronologi timnya menemukan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton. 

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang videonya diunggah di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (10/12/2019).

Syarif mengungkapkan kasus ini bermula ketika pihak Garuda Indonesia memberitahukan akan ada pesawat baru yang datang dan meminta izin untuk parkir di depan Garuda Maintenance Facilities (GMF).

Biasanya, tempat parkir untuk pesawat baru yang datang berada di belalai/garbarata.

"Jadi cerita ini di bea cukai berawal pada tanggal 15 November, waktu itu ada surat dari Garuda yang menyampaikan pemberitahuan rencana kedatangan pesawat baru," jelas Syarif.

"Dan minta izin untuk parkir di depan GMF, karena biasanya kapal baru itu adalah merapat ke belalai."

"Karena ini mereka tempatnya tidak di sana jadi memberitahukan seperti itu," tambahnya.

Syarif Hidayat dalam Indonesia Lawyers Club
Syarif Hidayat menceritakan kronologi penemuan Harley Davidson dan Brompton. (Tangkap layar YouTube ILC tvOne)

Karena adanya pemberitahuan yang dikirimkan oleh pihak Garuda, bea cukai menyiapkan tim untuk melaksanakan pemeriksaan pesawat.

Tim yang terdiri dari tiga orang staf bea cukai tidak menemukan apapun di dalam kabin pesawat dan kokpit.

Syarif mengatakan jumlah penumpang yang ada di daftar dinyatakan sesuai, yakni berjumlah 32 orang, yang terdiri dari 22 penumpang dan 10 awak kabin.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved