Senin, 18 Mei 2026

Ini Perbedaan Depresi dan Sedih, Pelajari dan Jangan Diagnosis Sendiri Ya!

Melansir Mayo Clinic, depresi merupakan gangguan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat yang terus-menerus.

Tayang:
Editor: Theofilus Richard
SHUTTERSTOCK/KOMPAS
Ilustrasi depresi 

TRIBUNJABAR.ID - Depresi bisa menyerang semua orang, tanpa mengenal latar belakang dan profesi.

Contohnya, sejumlah artis internasional juga memilih bunuh diri saat tak sanggup menahan depresi.

Selain itu, banyak juga pelajar, dosen, karyawan kantoran, yang diberitakan bunuh diri karena depresi.

Melansir Mayo Clinic, depresi merupakan gangguan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat yang terus-menerus.

Gangguan mental ini seringkali mempengaruhi bagaimana kita merasa, berpikir dan berperilaku, serta dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik.

Bahkan, depresi bisa membuat penderitanya kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal, dan merasa seolah hidup tidak layak dijalani.

Dikritik PSI, Anies Baswedan Jawab Pentingnya Formula E untuk DKI Jakarta, Bisa Tingkatkan Ekonomi

Terkadang, orang menganggap depresi hanyalah kesedihan biasa yang bisa hilang seiring berjalannya waktu.

Kesedihan maupun depresi memang sama-sama melibatkan perasaan sedih dan membuat seseorang menarik diri dari aktivitas sehari-hari.

Namun, bersedih tidak sama dengan depresi.

Wanita Paruh Baya Tinggalkan Rumah, Diduga Depresi, Dua Malam Menginap di Kantor Polisi di Indramayu

Depresi dan Kesedihan

Dalam kesedihan, perasaan menyakitkan dalam waktu relatif lebih cepat dan sering kali bercampur dengan datangnya ingatan akan hal-hal yang membuat kita merasakan kesedihan itu.

Sementara itu, pada penderita depresi, terjadi perubahan suasana hati dan penurunan minat selama hampir dua minggu.

Orang yang bersedih biasanya masih merasa memiliki harga diri.

Lain halnya dengan penderita depresi, biasanya mereka merasa tidak berharga dan membenci diri sendiri.

Untuk memberi penanganan yang tepat, kita benar-benar harus bisa membedakan mana kesedihan biasa dan mana yang masuk dalam kategori depresi.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved