Diduga Tilep Dana Permukiman Kumuh, Lima Orang Ditetapkan Jadi Tersangka oleh Kejari Kota Sukabumi

Diduga tilep dana permukiman kumuh, lima orang ditetapkan jadi tersangka oleh Kejari Kota Sukabumi.

Diduga Tilep Dana Permukiman Kumuh, Lima Orang Ditetapkan Jadi Tersangka oleh Kejari Kota Sukabumi
Kompas.com/Budiyanto
Kepala Kejari Kota Sukabumi, Ganora Zarina (tengah) saat konferensi pers di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Lima orang ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi.

Kelimanya menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan dana Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2 (NUSP-2).

Program ini merupakan program penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018.

Program yang diduga bermasalah ini dilaksanakan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Kelima tersangka masing-masing TFK (Ketua BKM Sukakarya), EP (Anggota BKM Sukakarya), AS (Anggota BKM Sukakarya), YS (Coordinator Advisor), dan RDS (City Coordinator).

Kini para tersangka telah ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong, Sukabumi.

Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina mengatakan perkara dugaan tipikor ini berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti penyelidikan.

Bermula dari indikasi penyimpangan Hasilnya, pelaksanaan Program NUSP-2 tersebut terindikasi adanya penyimpangan.

''Laporan hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari Inspektorat Kota Sukabumi nomor 700.04/01/PKKN/Inspektorat/2019 tanggal 18 November 2019 akibat penyimpangan program NUSP-2 ini sebesar Rp 570.000.000 (limaratus tujuhpuluh juta),'' ujar Ganora saat konferensi pers di Kejari Kota Sukabumi, Rabu (4/12/2019) sore.

Dia menjelaskan program NUSP-2 di Kelurahan Sukakarya mendapatkan anggaran tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved