Di Balik Keberhasilan Windy Cantika Meraih Medali Emas SEA Games 2019, Ayahnya Masuk Ruang Operasi

Di balik keberhasilan Windy Cantika Aisah (17) meraih medali emas SEA Games 2019, di tanah air keluarganya harus menghadapi cobaan musibah penyakit

Di Balik Keberhasilan Windy Cantika Meraih Medali Emas SEA Games 2019, Ayahnya Masuk Ruang Operasi
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Siti Aisah, ibu Windy Cantika Aisah, lifter asal Kabupaten Bandung yang meraih emas SEA Games. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi AM
  
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di balik keberhasilan Windy Cantika Aisah (17) meraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina, di tanah air keluarganya harus menghadapi cobaan musibah penyakit yang diderita Ayahnya

Ayah Windy Cantika Aisah, Asep Hidayat (49), diketahui harus masuk ruang operasi karena terdapat tumor di hidungnya.

Ia masuk ruang operasi sekitar pukul 08.00 WIB, bersamaan dengan tampilnya Windy Cantika Aisah di laga final SEA Games 2019 cabang olahraga angkat besi kelas 49 kilogram putri, Senin (2/12/2019).

Siti Aisah (50), ibu dari Windy Cantika Aisah, mengungkapkan, saat anaknya tampil di laga final, Ayahnya masuk ruang operasi di RSPAD.

Saat itu kata Siti, dia menonton pertandingan anaknya melalui layar kaca di tempatnya bekerja sambil menunggu kabar dari kakak Windy Cantika Aisah, Sandi Zaenul Hikmat (27) yang mendampingi suaminya masuk ruang operasi.

"Cantika sudah tahu dari jauh hari pada 2 Desember, ayahnya akan dioperasi. Saya hanya bilang ke dia jangan banyak pikiran, harus fokus pada pertandingan, dan ayah pasti sehat," ujar Siti, saat ditemui di rumahnya, yang berada di Kampung Babakan Cianjur Rt 04/02, Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (2/12/2019) malam.

Ini Profil Windy Cantika Aisah Peraih Medali Emas SEA Games 2019, Hobinya Kulineran Makanan Pedas

Usai Sabet Medali Emas SEA Games, Target Cantika Bisa Meraih Tiket Olimpiade 2020

Siti menjelaskan, malam hari sebelum Windy Cantika Aisah tampil di laga final, anak bungsunya itu sempat menghubunginya menanyakan kabar ayahnya.

"Gimana jadi oprasinya, saya bilang jadi tapi jangan khawatir ayahnya akan baik-baik saja, fokus saja sama pertandingan. Ia tidak tahu jam berapa ayahnya akan dioprasi, ternyata masuk ruang oprasi bareng sama dia tampil," ujar Siti, yang terlihat berkaca-kaca saat menceritakan hal tersebut.

Lifter Indonesia, Windi Cantika sedang berlatih di GOR PABBSI Jawa Barat, di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (18/8/2019).
Lifter Indonesia, Windi Cantika sedang berlatih di GOR PABBSI Jawa Barat, di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (18/8/2019). (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Siti mengaku, sangat bersyukur dan bangga kepada anaknya yang masih 17 tahun bisa merebut gelar juara Sea Games, mengalahkan atlet senior.

"Saya tidak bisa mendampingi Cantika ke Filipina atau ayahnya di RS karena harus bekerja. Sebab saya sering izin, jadi tadi juga saya nonton Cantika di kantor," ujar Siti.

Siti mengatakan, saat anaknya menjadi juara teman-temannya yang nonton bersamanya, bersorak gembira tapi ia hanya bisa diam dan meneteskan air mata.

"Saat itu saya diam, teman-teman bilang kenapa nangis harusnya bahagia anak juara, saya bilang ini air mata kebahagiaan. Saat itu perasaan saya campur aduk, bahagia, sedih, bangga, pokoknya tidak bisa diungkapkan," ucapnya.

Siti mengaku, hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya, semoga semua yang dicita-citakannya tercapai.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved