Rekam Jejak Arman Depari Jenderal Gondrong Pemberantas Narkoba dari BNN yang Terancam Dibubarkan DPR
Kali ini, Arman Depari berhasil meringkus penyelundup 1,5 ton ganja yang disebut milik Parman, napi atau narapidana di LP Kebon Waru, Bandung.
Penampilannya terlihat lebih elegan dan dewasa.
Sebelum di BNN, Arman Depari adalah Kapolda Kepulauan Riau.

Kini, penampilan Arman Depari sudah berubah.
Ia terlihat lebih maco dan garang.
Arman adalah pejabat tinggi di Badan Narkotikan Nasional (BNN).
Ia menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.
Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau ini, telah berhasil mengungkap kasus-kasus besar.
Tidak hanya kasus berskala nasional, timnya bahkan berhasil meringkus bandar narkoba jaringan internasional.
Rabu (17/1/2018) silam, mereka berhasil membongkar pabrik ekstasi di komplek perumahan Alam Raya kecamatan Benda kodya Tangerang.
Dari laboratorium ini, disita barang bukti berupa 11 ribu ekstasi, alat mesin cetak ekstasi elektrik, dan dua bahan baku serbuk mengandung Methamphetamine yang siap diolah.
Selain, itu barang bukti lain yang diamankan adalah alat bantu untuk pembuatan ekstasi, 11 buah ponsel, dan kartu sim perdana.
Berdasarkan rilis yang diterima Tribun Jabar, ada dua tersangka yang ditangkap, yakni Lauw Hanto (48) dan Anyiu alias Johan (33).
Hanto mengaku bertugas sebagai pengendali dan pengolah bahan baku, sedangkan Johan sebagai pencetak tablet.
Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi selama empat bulan.
Hant dan Johan mengaku, dalam sekali cetak, mereka mampu memproduksi tujuh ribu butir ekstasi.
Dari sebuah video yang beredar, Arman Depari tampak melakukan pemeriksaan ke TKP.
Ia mengenakan masker sambil menjelaskan barang bukti yang ditemukan di pabrik tersebut.
"Melihat kondisi seperti ini, saya pikir ini adalah pabrik yang masuk ke dalam kelas menengah," jelas Arman.
Arman berkeliling sambil menunjukkan sejumlah bahan baku dan alat yang digunakan untuk memproduksi narkoba itu.
Namun, dibalik posisinya sebagai pejabat publik, Arman tampaknya memiliki penampilan yang tidak biasa.
Pria berusia 55 tahun ini, tidak lagi beramput rapi atau cepak.
Sekarang, Arman terlihat lebih trendi dan gaul dari pejabat lainnya.
Ia bahkan berani tampil berambut gondrong. Rambut gondrongnya kerap dikuncir karet rambut.
Tidak hanya rambut gondrong, ia pun tampil berkumis tipis.
Namun, penampilan Arman ini membuat ia tampak lebih prima, muda, dan lebih kece.
Bagi Anda yang kurang familiar dengan parasnya, bisa jadi Anda sulit membedakan paras Arman yang dulu dan sekarang.
Namun, tentu keputusannya untuk tampil lebih beringas ini, bukan untuk tebar pesona.

Diolah Tribun Jabar dari berbagai sumber, pertimbangan Arman memanjangkan rambutnya justru untuk kepentingan pekerjaannya.
Yup, ia mengaku tak ingin terlihat sebagai polisi.
Hal ini disebabkan tugas Arman yang kerap memimpin operasi penangkapan bandar narkoba.
Pada praktiknya, ia harus melakukan penyamaran sehingga tampilannya harus tampak jauh dari kesan petugas kepolisian.
Wah, pantas saja ya Arman dan timnya selalu berhasil menangkap para bandar narkoba kelas kakap.
Ternyata bukan hanya keterampilan dan kecerdasan yang diandalkan, penampilan juga bisa menentukan lho.
Bagaimana menurutmu?