Rekam Jejak Arman Depari Jenderal Gondrong Pemberantas Narkoba dari BNN yang Terancam Dibubarkan DPR

Kali ini, Arman Depari berhasil meringkus penyelundup 1,5 ton ganja yang disebut milik Parman, napi atau narapidana di LP Kebon Waru, Bandung.

Editor: Ravianto
Tribunnews/Rina
Arman Depari yang berambut gondrong 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Badan Narkotika Nasional atau BNN sedang diguncang.

Komisi III DPR RI mengkritik kinerja BNN dalam memberantas narkoba di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sarifuddin Sudding menyebut sejak BNN berdiri, angka penyalahgunaan narkoba kian meningkat.

Kinerja BNN pun dinilai kurang terlihat.  

Paket ganja ditutupi lakban berhasil diamankan Arman Depari dan tim BNN juga Bea Cukai.
Paket ganja ditutupi lakban berhasil diamankan Arman Depari dan tim BNN juga Bea Cukai. (ISTIMEWA)

Sudding menyebut, itu karena BNN seolah hanya menjadi "tempat penampungan" bagi anggota kepolisian yang ingin mendapat kenaikan jabatan.

Komentar keras malah dilontarkan politikus PDIP, Masinton Pasaribu.

"Saya minta BNN dievaluasi, bubarkan. Kita akan melakukan revisi terhadap undang-undang narkotika. Dilebur saja (BNN), enggak perlu lagi, enggak ada progres," kata Masinton.

Ancaman ini membuat BNN meradang.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mempersilakan DPR RI membubarkan lembaga tersebut.

Bila perlu, kata dia, anggota di dalam lembaga pemberantasan narkotika itu dibakar.

"Silakan saja bubarkan, sekalian saja anggota di dalamnya dibakar dan dikremasi saja," jelas Arman kepada wartawan di lokasi penggerebekan pabrik narkoba di Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11/2019).

Di bawah Arman Depari, aksi BNN dalam memberantas narkoba sebenarnya tak main-main

Ganja 1,5 Ton di Lapas Kebon Waru, Bandung

 

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional ( BNN ), Arman Depari kembali beraksi.

Jenderal berambut gondrong dan timnya ini lagi-lagi mengejutkan publik atas hasil operasi pemberantasan narkoba.

Kali ini, Arman Depari berhasil meringkus penyelundup 1,5 ton ganja yang disebut milik Parman, napi atau narapidana di LP Kebon Waru, Bandung.

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Arman Depari
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Arman Depari (Tribunnews/Fransiskus)

Penyelundupan itu dilakukan lewat jalur darat dan udara.

Lewat jalur darat, ganja itu diangkut menggunakan truk.

Anggota BNN pun mengikuti truk itu hingga Bogor, Jawa Barat.

Saat sopir meninggalkan truk, lalu menitipkan kunci pada juru parkir, dari situlah para pemberantas narkoba beraksi.

Sopir truk pun ditangkap, kemudian ditemukan paket ganja yang tertutup lakban.

Paket ganja ditutupi lakban berhasil diamankan Arman Depari dan tim BNN juga Bea Cukai.
Paket ganja ditutupi lakban berhasil diamankan Arman Depari dan tim BNN juga Bea Cukai. (ISTIMEWA)

Arman Depari menyebut, ganja tersebut disimpan dalam dasar truk boks yang dirancang secara khusus.

Oleh karena itu, di dalamnya seolah-olah berupa truk boks pendingin.

"Ganja disembunyikan di dasar truk, dengan dibuat kompartemen khusus di dasar dan ditutup dengan pelat besi," kata Arman Depari, dikutip Tribunjabar.id dari Warta Kota.

Setelah itu, Arman Depari dan timnya langsung bergegas ke Bandara Soekarno-Hatta.

Ternyata ada juga paket ganja yang dikirim melalui kargo udara.

BNN dan Bea Cukai menyita sekira 1.500 kg ganja di dua lokasi, Bogor dan lokasi Cargo Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Rabu 30/1/2019).
BNN dan Bea Cukai menyita sekira 1.500 kg ganja di dua lokasi, Bogor dan lokasi Cargo Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Rabu 30/1/2019). (Istimewa)

Hal ini diketahuai dari hasil interogasi dengan sopir truk.

Di Bandara Soekarno-Hatta, BNN berhasil membekuk dua pelaku yang menyelundupkan ganja itu.

Jenderal berambut gondrong ini menegaskan, total ganja yang diamankan 1,5 ton.

"Totalnya ada tiga pelaku yang kami tangkap dengan total barang bukti narkoba yang disita sekitar 1.500 kilogram ganja," ujar Arman Depari.

Arman Depari juga BNN dan Bea Cukai menyita 1,5 ton ganja dan menangkap tiga pelakunya
Arman Depari juga BNN dan Bea Cukai menyita 1,5 ton ganja dan menangkap tiga pelakunya (Istimewa)

Pelaku ditangkap pada Rabu (30/1/2019), pukul 22.00 WIB.

Selain keberhasilan dari Arman Depari dan timnya, ada pula hal lain yang mencuri perhatian netizen

Pada operasi gabungan BNN dan Bea Cukai ini, ada seekor anjing cerdas yang juga ikut membantu membongkar peredaran narkoba ini.

Dari video yang diterima Tribunjabar.id, seekor anjing terlihat membantu tim dari BNN untuk membongkar ganja yang disembunyikan di balik truk.

Berikut ini videonya.

Kamuflase Sang Jenderal di Balik Rambut Gondrong

Sejak sibuk di BNN memberantas gembong narkoba, Arman Depari sengaja sembunyi di balik kamuflase tampilannya yang jauh berbeda.

Arman Depari membiarkan rambutnya gondrong dan berkumis tebal.

Wajahnya pun terlihat lebih garang dan menakutkan.

Tubuhnya yang kekar menunjukkan kegagahan dari sosok Arman Depari ini.

Arman Depari kerap kali menguncir rambutnya di belakang saat tampil di depan publik.

Tampilannya yang perlente kerap membongkar penangkapan gembong narkoba kelas kakap.

Mulai dari menunjukkan pelaku pengedar narkoba hingga barang bukti.

Sebelumnya, Arman Depari bahkan berpenampilan rapi seperti polisi lain.

Berambut rapi dan tak memiliki kumis.

Penampilannya terlihat lebih elegan dan dewasa.

Sebelum di BNN, Arman Depari adalah Kapolda Kepulauan Riau.

Arman Depari saat menjadi Kapolda Kepulauan Riau.
Arman Depari saat menjadi Kapolda Kepulauan Riau. (Tribun Batam/Argianto)

Kini, penampilan Arman Depari sudah berubah.

Ia terlihat lebih maco dan garang.

Arman adalah pejabat tinggi di Badan Narkotikan Nasional (BNN).

Ia menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau ini, telah berhasil mengungkap kasus-kasus besar.

Tidak hanya kasus berskala nasional, timnya bahkan berhasil meringkus bandar narkoba jaringan internasional.

Rabu (17/1/2018) silam, mereka berhasil membongkar pabrik ekstasi di komplek perumahan Alam Raya kecamatan Benda kodya Tangerang.

Dari laboratorium ini, disita barang bukti berupa 11 ribu ekstasi, alat mesin cetak ekstasi elektrik, dan dua bahan baku serbuk mengandung Methamphetamine yang siap diolah.

Selain, itu barang bukti lain yang diamankan adalah alat bantu untuk pembuatan ekstasi, 11 buah ponsel, dan kartu sim perdana.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribun Jabar, ada dua tersangka yang ditangkap, yakni Lauw Hanto (48) dan Anyiu alias Johan (33).

Hanto mengaku bertugas sebagai pengendali dan pengolah bahan baku, sedangkan Johan sebagai pencetak tablet.

Pabrik tersebut diketahui sudah beroperasi selama empat bulan.

Hant dan Johan mengaku, dalam sekali cetak, mereka mampu memproduksi tujuh ribu butir ekstasi.

Dari sebuah video yang beredar, Arman Depari tampak melakukan pemeriksaan ke TKP.

Ia mengenakan masker sambil menjelaskan barang bukti yang ditemukan di pabrik tersebut.

"Melihat kondisi seperti ini, saya pikir ini adalah pabrik yang masuk ke dalam kelas menengah," jelas Arman.

Arman berkeliling sambil menunjukkan sejumlah bahan baku dan alat yang digunakan untuk memproduksi narkoba itu.

Namun, dibalik posisinya sebagai pejabat publik, Arman tampaknya memiliki penampilan yang tidak biasa.

Pria berusia 55 tahun ini, tidak lagi beramput rapi atau cepak.

Sekarang, Arman terlihat lebih trendi dan gaul dari pejabat lainnya.

Ia bahkan berani tampil berambut gondrong. Rambut gondrongnya kerap dikuncir karet rambut.

Tidak hanya rambut gondrong, ia pun tampil berkumis tipis.

Namun, penampilan Arman ini membuat ia tampak lebih prima, muda, dan lebih kece.

Bagi Anda yang kurang familiar dengan parasnya, bisa jadi Anda sulit membedakan paras Arman yang dulu dan sekarang.

Namun, tentu keputusannya untuk tampil lebih beringas ini, bukan untuk tebar pesona.

Youtube
Youtube ()

Diolah Tribun Jabar dari berbagai sumber, pertimbangan Arman memanjangkan rambutnya justru untuk kepentingan pekerjaannya.

Yup, ia mengaku tak ingin terlihat sebagai polisi.

Hal ini disebabkan tugas Arman yang kerap memimpin operasi penangkapan bandar narkoba.

Pada praktiknya, ia harus melakukan penyamaran sehingga tampilannya harus tampak jauh dari kesan petugas kepolisian.

Wah, pantas saja ya Arman dan timnya selalu berhasil menangkap para bandar narkoba kelas kakap.

Ternyata bukan hanya keterampilan dan kecerdasan yang diandalkan, penampilan juga bisa menentukan lho.

Bagaimana menurutmu?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved