TKW Majalengka Tak Boleh Pulang

BREAKING NEWS TKW Asal Majalengka 10 Tahun Tak Pulang dari Yordania, Sang Ibu Hanya Bisa Menangis

Kabar tentang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tidak pulang selama belasan tahun kembali terjadi di Kabupaten Majalengka

BREAKING NEWS TKW Asal Majalengka 10 Tahun Tak Pulang dari Yordania, Sang Ibu Hanya Bisa Menangis
tribunjabar/eki yulianto
Eni (42), ibunda Devi Sri Mulyati, TKW asal Majalengka yang 10 tahun tidak pulang dari Yordania 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Kabar tentang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tidak pulang selama belasan tahun kembali terjadi di Kabupaten Majalengka.

Kabar duka itu datang dari Devi Siti Mulyati (26) binti Muhtar, warga Blok Pamengkang RT 01/01 Desa Biawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Sang ibu, Eni (42) mengatakan, Devi selama menjadi TKW di Yordania selama 10 tahun tak pernah pulang ke rumah.

Selama ini, hanya komunikasi via telepon seluler saja yang bisa dilakukan oleh keduanya.

"Anak saya berangkat tahun 2009 lalu. Sejak dia di Yordania komunikasi mah lancar, dia selalu ngasih kabar," ujar Eni kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (24/11/2019).

Kini Jadi Musuh, Begini Kata Djadjang Nurdjaman tentang Skuat Persib Bandung Saat Ini

Berdasarkan keterangan dari Eni, saat tahun 2009 lalu, anaknya berangkat menjadi TKW saat usianya masih 16 tahun melalui PT Prapindo Adi Pratama di Jakarta.

Saat itu, Devi yang baru saja lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) sengaja diubah umurnya untuk bisa berangkat kerja ke luar negeri.

"Anak saya waktu itu umur 16 tahun lulus sekolah SMP, karena umurnya belum sepatutnya untuk bekerja agar dapat menghasilkan uang untuk membantu ekonomi keluarga, dari pihak sponsor mengubah umur Devi supaya dituakan agar bisa berangkat," ucap dia.

Sang Ibu juga menceritakan, selama terjalinnya komunikasi, Devi mengatakan bahwa ia tidak digaji oleh majikan selama 6 tahun.

AHY Beri Kuliah Umum kepada Ribuan Mahasiswa di Kampus UPI Bandung, Heboh Euy

Oleh sebab itu, Devi ingin segera pulang ke Indonesia namun terbentur oleh sang majikan.

"Jadi, pas anak saya mau pulang itu selalu dihalang-halangi oleh majikannya, dijanjikan dibelikan tiket pesawat namun selalu ingkar. Dua minggu ini saja saya sudah kehilangan kontak sama anak saya, tidak tahu kondisinya sekarang," kata Eni.

Kini, Eni hanya dapat berharap, anak pertamanya itu bisa secepatnya kembali ke rumah dengan kondisi selamat.

Ia mengaku, setiap harinya selalu menangis tatkala mengingat sosok anaknya yang selama 10 tahun tidak pulang ke rumah.

"Pengen pulang secepatnya, gajinya juga dibayar. Katanya juga capek banget kerja di sana gitu," ujarnya.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved