Ada Pondok Pesantren Terpapar Radikalisme, Bakal Dibubarkan? Ini Tindakan Menteri Agama Fachrul Razi

Ada beberapa pondok pesantran yang terindikasi terpapar radikalime. Apakah pondok pesantren yang terindikasi terpapar radikalime bakal dibubarkan?

Ada Pondok Pesantren Terpapar Radikalisme, Bakal Dibubarkan? Ini Tindakan Menteri Agama Fachrul Razi
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
Menteri Agama Fachrul Razi. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ada beberapa pondok pesantran yang terindikasi terpapar radikalime.

Apakah pondok pesantren yang terindikasi terpapar radikalime bakal dibubarkan?

Menteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan, Kementerian Agama akan berhati-hati dalam menangani pondok pesantren yang terindikasi terpapar radikalisme.

Fachrul Razi mengatakan, pihaknya akan berupaya membina pondok pesantren yang terindikasi radikalisme alih-alih membubarkannya.

Lagi, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kota Cirebon, Sehari-hari Jual Pulsa

"Nanti kita amati pelan-pelan, kita enggak serta merta akan membubarkan. Ada indikasi kan kita coba bina dengan baik. Kita selalu mencoba semuanya dengan pendekatan, musyawarah," kata Fachrul di Kantor Kemenag, Jumat (22/11/2019).

Fachrul menuturkan, pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyelesailan masalah, termasuk masalah radikalisme di pondok pesantren.

"Kalau nanti sewaktu-waktu memang ga bisa, nanti kita ada langkah-langkah hukum.

Menteri Agama Fachrul Rozi usai menghadiri Rapat Koordinasi dengan sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2019).
Menteri Agama Fachrul Rozi usai menghadiri Rapat Koordinasi dengan sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2019). (Tribunnews.com/Fitri Wulandari)

Tapi kita hindari lah sedapat mungkin, semua kan saudara kita dan itu yang kita lakukan selama ini," ujar Fachrul.

Sementera itu Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyebut ada dua pondok pesantren di Indonesia yang terinsikasi terpapar radikalisme.

Kamaruddin menyatakan, angka tersebut didapat dari penelusuran Kemenang atas temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dalam 2 Bulan Sudah 4 Teroris Ditangkap di Cirebon, Barang Buktinya Anak Panah hingga Bahan Peledak

"Setelah ditindaklanjuti oleh litbang ternyata tidak banyak ya, kalau tidak salah ya, hanya ada dua yang terindikasi saja atau yang berpotensi dari sekian nama. Kalau enggak salah ada 16 dari BNPT setelah ditindaklanjuti oleh Litbang dilakukan penelitian hanya dua," kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengaku belum tahu nama dua pondok pesantren tersebut beserta lokasinya. Ia menambahkan, dua pondok pesantren itu punya hanya sebagian kecil dari puluhan ribu pesantren yang ada di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menag Tak Mau Buru-buru Bubarkan Pesantren yang Terpapar Radikalisme", https://nasional.kompas.com/read/2019/11/22/11040291/menag-tak-mau-buru-buru-bubarkan-pesantren-yang-terpapar-radikalisme.
Penulis : Ardito Ramadhan

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved