Sampah Plastik yang Dikumpulkan Pelajar Bisa Ditukar dengan Saldo Gopay, Gogreener dari GoJek

Kota Bandung menjadi salah satu kota dengan penyumbang sampah khususnya sampah plastik yang cukup besar.

Sampah Plastik yang Dikumpulkan Pelajar Bisa Ditukar dengan Saldo Gopay, Gogreener dari GoJek
tribunjabar/siti fatimah
Sampah Plastik yang Dikumpulkan Pelajar Bisa Ditukar dengan Saldo Gopay, Gogreener dari GoJek 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung menjadi salah satu kota dengan penyumbang sampah khususnya sampah plastik yang cukup besar.

Kondisi ini tidak saja membuat belum maksimalnya pengolahan sampah, tapi juga memicu banjir saat musim hujan. Peraturan Walikota (Perwal) Bandung Nomor 37 tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik belum maksimal diterapkan.

Staff Ahli Walikota Bandung Bidang Kemasyarakatan & Sumber Daya Manusia, Kelly Solihin mengatakan, sampah di kota Bandung mencapai 1.600 ton perhari. Sebagian diolah namun sebagian ditimbun di TPA Sarimukti.

"Sedangkan sampah yang tidak terangkut bertebaran di jalan-jalan, saluran air, bahkan di sungai. Sampah inilah yang juga turut memicu terjadinya banjir," kata Kelly pada acara Bengkel Belajar Mitra Gojek #gogreener untuk melatih mitra turut kurangi sampah plastik di Bandung, Selasa (19/11/2019).

BREAKING NEWS, Teror Alat Vital di Bandung Saat Subuh, Pelaku Naik Motor Korbannya Wanita Muda

Menurutnya, volume sampah plastik terbesar disumbang dari ritel, pasar tradisional, dan masyarakat pengguna kantong plastik. Ada 170 jenis sampah plastik dari 2, 5juta penduduk yang beraktivitas di Bandung.

"Untuk mewujudkan Kota Bandung bisa berkurang dalam penggunaan sampah plastik, perlu dukungan berbagai pihak dan perubahan harus dimulai dari individu, dari diri sendiri," katanya

Di lokasi yang sama VP Regional Jabar dan Banten Becquini Akbar mengatakan, Gojek berinisiatif mendukung Gogreener sebagai upaya penyelamatan lingkungan. Salah satu dukungan, Gojek sudah merangkul sejumlah sekolah melalui program Nabung Sampah.

"Siswa siswi mengumpulkan sampah plastik dan bisa ditukar dengan saldo gopay. Tahun depan diharapkan jumlah sekolah akan makin bertambah," katanya.

Ridwan Kamil Berharap Semua Pihak Lindungi Generasi Milenial dari Paparan Radikalisme

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, dukungan lain Gojek mengurangi sampah plastik adalah Gojek mendistribusikan lebih dari 150 tas pengantaran di kota Bandung.

Tas pengantaran ini memiliki banyak keistimewaan di antaranya kompartemen lebih luas dan kualitas tinggi untuk menyimpan dan mengantar makanan, baik panas maupun dingin.

"Salah satu upaya kami dengan memperkenalkan tas pengantaran yang dirancang khusus, dan yang terpenting tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai," katanya.

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved