Senin, 1 Juni 2026

Kasus Video Vina Garut

Satu Berkas Tersangka Vina Garut di Kejari Garut Belum Lengkap

Kejaksaan Negeri atau Kejari Garut masih menunggu satu berkas perkara milik tersangka D. D jadi tersangka terakhir yang ditangkap Polres Garut pada a

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Theofilus Richard
Tribunjabar/Firman Wijaksana
kabar terbaru Vina Garut di Kejari 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kejaksaan Negeri atau Kejari Garut masih menunggu satu berkas perkara milik tersangka D.

D jadi tersangka terakhir yang ditangkap Polres Garut pada akhir September.

Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma, menuturkan bahwa berkas perkara tersangka D masih kurang lengkap.

Namun pihaknya optimistis, berkas kasus D bisa segera dilengkapi.

"Hari ini berkas D sudah masuk. Tapi masih diteliti sama penyidik kami," kata Dapot, Senin (11/11/2019).

V Wanita Pemeran Video Vina Garut Belum Diperiksa Jaksa, Ini Kabar Kesehatannya dari Surat Dokter

Pelimpahan berkas perkara tiga tersangka ke pengadilan, tambahnya, akan dilakukan bersamaan. Hal itu dilakukan agar sidang ketiganya tak terpisah.

"Ketiga tersangka ini kan saling terkait. Jadi sidangnya harus bareng," ujarnya.

Kejari Garut juga sudah menerima bukti lain dari Penyidik Polres Garut.

"Tadi kami terima sprei, baju, dan dua buah HP milik V dan Rayya," ujarnya.

Satu telepon tersebut digunakan untuk merekam adegan asusila. Sedangkan satu telepon dipakai untuk membagikan video ke media sosial.

Pemeran Pria Video Vina Garut Tubuhnya Sehat tapi Kondisi Psikologisnya Seperti Ini

100 video jadi barang bukti

Bukti digital forensik yang sempat jadi kendala dalam berkas perkara video asusila Vina Garut dipenuhi penyidik Polres Garut.

Digital forensik video tersebut jadi barang bukti untuk mengungkap kasus video Vina Garut tersebut.

Kasipidum Kejari Garut, Dapot Dariarma, mengatakan, ada 100 lebih video yang telah dilakukan digital forensik. Video tersebut berasal dari telepon milik almarhum Rayya.

"Dua video awal yang ramai di media sosial itu dilakukan digital forensik sama Mabes Polri. Sedangkan 100 video lebih oleh Direktorat Siber," ujar Dapot, Senin (11/11/2019).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved