Rabu, 3 Juni 2026

Kasus Video Vina Garut

Satu Berkas Tersangka Vina Garut di Kejari Garut Belum Lengkap

Kejaksaan Negeri atau Kejari Garut masih menunggu satu berkas perkara milik tersangka D. D jadi tersangka terakhir yang ditangkap Polres Garut pada a

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Theofilus Richard
Tribunjabar/Firman Wijaksana
kabar terbaru Vina Garut di Kejari 

Menurut Dapot, pemeran video dalam ratusan video itu rata-rata merupakan para tersangka. Digital forensik sangat dibutuhkan untuk mengetahui waktu video itu diambil.

"Hari ini berkas V dan W sudah masuk tahap dua. Secepatnya berkas akan kami limpahkan ke pengadilan agar segera disidangkan," katanya.

Saat ini, kasus Vina Garut sudah menjadi tanggung jawab Kejari karena sudah masuk tahap dua. Pihaknya juga sudah menerima bukti lain dari Penyidik Polres Garut.

"Tadi kami terima sprei, baju, dan dua buah HP milik V dan Rayya," ujarnya.

Satu telepon tersebut digunakan untuk merekam adegan asusila. Sedangkan satu telepon dipakai untuk membagikan video ke media sosial.

Penyidik Kejari Garut memeriksa tersangka W dalam kasus video Vina Garut setelah berkas perkara dilimpahkan dari Polres Garut ke Kejari Garut, Senin (11/11/2019).
Penyidik Kejari Garut memeriksa tersangka W dalam kasus video Vina Garut setelah berkas perkara dilimpahkan dari Polres Garut ke Kejari Garut, Senin (11/11/2019). (Tribunjabar/Firman Wijaksana)

Kabar Baru Pemeran Video Vina Garut, Kenakan Kerudung Hitam & Tertunduk, Begini Kelanjutan Kasusnya

Kondisi psikologi Vina Garut

 Kondisi kesehatan tersangka W, pemeran pria di Video Vina Garut disebut kuasa hukumnya, Soni Sonjaya dalam keadaan sehat. Hanya saja psikologis W agak terganggu karena sudah dua bulan ditahan.

"Mentalnya agak sedikit drop. Soalnya sudah dua bulan ada di tahanan dan rutin jalani pemeriksaan. Tapi terus didukung agar tak terbebani," ujar Soni di Kejari Garut, Senin (11/11/2019).

Soni mengatakan, saat ini masih menunggu proses di Kejari Garut. Ia pun mendampingi kliennya selama proses di Kejari.

"Hak-hak klien tetap kami jaga. Terpenting agar mentalnya juga baik," katanya.

Soni meyakini jika kliennya merupakan korban karena hanya sebagai pelanggan. Jika tak ada ajakan, tak mungkin kliennya terlibat.

"Klien kami kena itu karena tak sengaja. Dia kan tahu setelah lihat di media sosial. Makanya yakin hanya sebagai korban saja," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved