Murid-murid SD Kadupandak 2 Ciamis Belajar di Tenda Menyusul Pergerakan Tanah di Dusun Sukamandi

Murid-muridnya Sekolah Dasar atau SD Kadupandak 2 Ciamis terpaksa belajar di tenda dan mushala sekitar 1 kilometer dari sekolah.

Murid-murid SD Kadupandak 2 Ciamis Belajar di Tenda Menyusul Pergerakan Tanah di Dusun Sukamandi
KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA
Tiga guru mengajar muridnya di satu tenda, Rabu (6/11/2019). Para siswa terpaksa belajar di tenda karena ruang kelas SD Kadupandak 2 retak-retak terdampak pergerakan tanah di Dusun Sukamandi, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS- Murid-muridnya Sekolah Dasar atau SD Kadupandak 2 Ciamis terpaksa belajar di tenda dan mushala sekitar 1 kilometer dari sekolah.

Ruang kelas SD Kadupandak 2 tidak dapat dipakai lagi akibat terdampak bencana pergerakan tanah di Dusun Sukamandi, Desa Kadupandak, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Ciamis.

Akibat pergerakan tanah di Dusun Sukamandi itu, ruang SD Kadupandak 2 tidak bisa dipakai lagi.

"Belajar di tenda dan mushala sejak Sabtu (2/11/2019)," kata salah seorang guru SD Kadupandak 2, Trisno, saat ditemui di lokasi bencana, Rabu (6/11/2019).

Keputusan meninggalkan ruang kelas, kata Trisno, disampaikan Kadis Pendidikan Kabupaten Ciamis yang sebelumnya meninjau ruangan kelas.

Hal ini karena dinding ruang kelas sudah retak-retak, bahkan ada yang sudah miring, lantainya pun sama, retak.

Antisipasi Keretakan Tanah Meluas, BPBD dan Disdik Ciamis Minta Sekolah Data Kondisi Lingkungan

Siswa Belajar di Tenda dan Musala, Bupati Ciamis Pantau Langsung ke Lokasi Terkena Retakan Tanah

"Takut dindingnya ambruk. Dari sela-sela keramik keluar air," ujar dia. Rembesan air yang keluar, lanjut dia, sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Airnya jernih, tidak keruh.

"Di dua kelas, seperti kebanjiran karena keluarnya air," ujar dia. Sekolah ini, kata Trisno, sudah berdiri cukup lama. Ruangan kelas sudah beberapa kali direnovasi.

"Terakhir renovasi 2014," kata dia. Renovasi saat itu, lanjut dia, termasuk renovasi ringan. Hanya dua kelas yang direnovasi di bagian atapnya.

Saat ini, pihak sekolah menunggu arahan dari pemerintah daerah, apakah akan merenovasi sekolah atau merelokasi.

Menurut Trisno, kalau SD Kadupandak 2 digabung dengan sekolah lain rasanya tidak mungkin.

Jika sekolah digabung, kata dia, siswa yang bertempat tinggal di Dusun Sukamandi akan jauh saat pergi ke sekolah.

"Jika dimerger dengan SD Kadupandak 3, siswa di sini menjadi jauh saat pergi sekolah," kata dia.

Sementara itu, ada 36 siswa yang terpaksa sekolah di tenda dan mushala. Siswa kelas 1 dan 2 belajar di mushala. Sedangkan siswa kelas 3 hingga 6 belajar di tenda. ( Kontributor Pangandaran, Candra Nugraha)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pergerakan Tanah di Ciamis, Murid SD Ini Belajar di Tenda dan Mushala"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved