Kamis, 9 April 2026

Ajak Pengusaha Bersinergi, BNI Gelar Developer Gathering di Garut

BNI Cabang Garut bertemu dengan puluhan pengusaha properti asal Garut dan Priangan Timur dalam acara 'Developer Gathering'.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Puluhan pengusaha properti Garut dan Priangan Timur berfoto bersama dengan perwakilan BNI dalam acara 'Developer Gathering' di ballroom Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Garut, Rabu (6/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - BNI Cabang Garut bertemu dengan puluhan pengusaha properti asal Garut dan Priangan Timur dalam acara 'Developer Gathering'. Kegiatan tersebut mengajak para pengusaha untuk bersinergi dengan BNI.

Wakil Pimpinan BNI Wilayah Bandung, Onny Setiawan, mengatakan, tujuan Developer Gatherinf tersebut untuk meningkatkan sinergi dengan para pengusaha. Pihaknya ingin tumbuh dan berkembang bersama dengan para developer.

"Hubungannya saling menguntungkan. Potensi bisnis perumahan di Garut cukup terbuka luas," ujar Onny usai acara Developer Gathering di ballroom Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Rabu (6/11/2019).

Dalam acara tersebut, sebanyak 57 developer di Garut dan Priangan timur hadir. BNI pun siap menjalin kerja sama dengan para developer.

"Kami juga ingin mengembangkan dan berkontribusi terhadap perumahan di Garut," katanya.

Inikah Sosok Pria Pujaan Hati Risa Santoso? Intip Foto-foto Kebersamaannya, Jangan Patah Hati Ya

Onny menyebut, pengusaha yang diundang merupakan developer perumahan komersial dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau perumahan subsidi. Di Garut, Onny menyebut 65 persen merupakan developer FLPP.

"Saat ini kuota FLPP sudah habis. BNI cabang Garut sudah usulkan ke wilayah. Nanti untuk kuota di 2020 BNI pusat yang menentukannya," ujarnya.

"Di samping itu, BNI Garut ingin meningkatkan market share untuk kredit perumahan komersil melalui sinergi dengan para developer. Acara 'Developer Gathering' ini merupakan salah satu entry point dalam pengembangan bisnis properti di Garut," tambah Onny.

Sinergi sejak awal yang dibangun dengan developer, lanjutnya, dapat mempersiapkan pengembangan bisnis FLPP di tahun 2020. Apalagi kondisi saat ini, masyarakat di Garut lebih tertarik dengan perumahan di bawah Rp 300 juta.

"Jadi termasuk FLPP (rumah di bawah Rp 300 juta) dan dominan pangsa pasarnya di situ," ucapnya.

Dua Kukang Jawa Dilepasliarkan di Cagar Alam Kamojang Garut, Diperoleh dari Tangan Warga

Widi Nugraha, perwakilan Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), mengaku pertemuan tersebut sangat bermanfaat bagi pengusaha. Pihaknya siap bersinergi dan melakukan kerja sama dengan BNI.

"Ternuata di BNI juga ada fasilitas FLPP. Saat ini developer di daerag terkendala FLPP karena habisnya kuota," ujar Widi.

Pihaknya sangat berharap BNI bisa konsisten mengawal kuota FLPP. BNI juga bisa memperjuangkan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Tahun ini kuotanya (rumah subsidi) sudah habis sejak bulan Agustus. Saya harap di tahun depan, kuotanya bisa ada sampai akhir tahun," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved